Keuskupan Agung Jakarta

Surat Keluarga Juni 2015

Rekreasi adalah pembentukan kembali
Saat alam menyembuhkan dalam cahaya
Seluruh insan dihembusi dengan daya
Yang menguatkannya kembali bersukacita

Mari menimba air kehidupan
Dari sumber-sumber keselamatan
Di tempat Tuhan menyediakan lahan
Untuk menanami kembali tandusnya hidup

Keluarga membawa senda dan tawa
Memberikan keindahan dalam kesatuan
Jangan menghentikan tawa anak-anak
Karena mereka merindukan ayah ibunya

Proficiat, Kita Punya Paroki Baru

Proficiat, kita mempunyai paroki baru, yakni Paroki Harapan Indah - Bekasi (Gereja St. Albertus).
Paroki Harapan Indah diresmikan kemarin, 14 Mei 2015, bertepatan dengan Hari Kenaikan Tuhan dan menjadi paroki ke-64 di Keuskupan Agung Jakarta. Pelindung Paroki Harapan Indah adalah St. Albertus Agung.

Berawal dari stasi yang diusahakan dan dibangun oleh para Pastor SVD, kini telah menjadi paroki yang dilayani oleh para Imam Diosesan. Pastor pertama yang melayani adalah RD Kesaryanto dan RD Pramono.

Surat Keluarga Mei 2015

Sang Bunda tidak pernah lelah mengasuh
Sebab ia tahu bahwa Putranya sungguh berharga
Sang Ayah tidak pernah lagi mengeluh
Karena ia tahu Anaknya itu istimewa

Mutiara yang dipendam akan dijaga pemiliknya
Mempelai yang datang dinantikan dengan rajin
Sebab ada yang jauh lebih berharga
Dari sekedar perjuangan sekarang ini

Surat Keluarga Maret 2015

Saudara-saudari terkasih, selamat menjalani masa prapaskah. Semoga masa penuh rahmat ini membawa suasana permenungan tersendiri buat Anda. Segala hal yang menjadi kekurangan dapat kita kurangkan, sedangkan hal yang baik dapat kita pertahankan dan teruskan. Harapan baik selalu kita kembangkan bersama. Semoga kita dapat menjalani puasa dan pantang dalam arti sebenar-benarnya bersama keluarga kita.

Peraturan Pantang dan Puasa

PERATURAN PANTANG & PUASA
KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA
UNTUK TAHUN 2015

 
TEMA: "Tiada Syukur Tanpa Peduli"

 
Masa Prapaskah/Waktu Puasa tahun 2015 dimulai pada hari Rabu Abu, 18 Februari 2015 sampai dengan hari Sabtu, 4 April 2015.

"Semua orang beriman kristiani menurut cara masing-masing wajib melakukan tobat demi hukum ilahi" (KHK k.1249). Dalam masa tobat ini Gereja mengajak umatnya "secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amal kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutam dengan berpuasa dan berpantang" (ibid). Semua orang beriman diajak untuk merefleksikan pengalaman hidup dan mengadakan pembaharuan untuk semakin setia sebagai murid Yesus.

Dalam rangka pertobatan dan pembaharuan hidup beriman, Gereja mengajak kita semua untuk mewujudkannya, terutama dalam masa prapaskah ini dengan memperhatikan beberapa ketentuan berikut:

Dalam Masa Prapaskah kita diwajibkan:

  • Berpantang dan berpuasa pada hari Rabu, 18 Februari dan hari Jumat Suci, 3 April 2015.
    Pada hari Jumat lain-lainnya dalam Masa Prapaskah hanya berpantang saja.
     
  • Yang diwajibkan berpuasa menurut Hukum Gereja yang baru adalah semua yang sudah dewasa sampai awal tahun ke enam puluh (KHK k.1252). Yang disebut dewasa adalah orang yang genap berumur delapan belas tahun (KHK k.97 §1).
     
  • Puasa artinya: makan kenyang satu kali sehari.
     
  • Yang diwajibkan berpantang: semua yang sudah berumur 14 tahun ke atas (KHK k.1252).
     
  • Pantang yang dimaksud di sini: tiap keluarga atau kelompok atau perorangan memilih dan menentukan sendiri, misalnya: pantang daging, pantang garam, pantang jajan, pantang rokok.
     
  • Dalam rangka mewujudkan pertobatan ekologis, kita diajak untuk ambil bagian dalam gerakan pantang plastik dan styrofoam.

Untuk memaknai masa prapaskah ini marilah kita mengusahakan orientasi dan perilaku yang membuat kita semua semakin bersyukur dan mewujudkannya dalam sikap peduli kepada sesama. Kita usahakan agar suasana tobat dan syukur mewarnai masa penuh rahmat ini.

Semoga dalam menjalni masa prapaskah ini, iman kita semakin diteguhkan. Kita percaya dengan-Nya persaudaraan kita akan semakin diakrabkan dan pada gilirannya kita semakin berbelarasa terhadap saudara-saudara kita yang menderita.

 
Jakarta, 14 Februari 2015

 
 
Mgr. Ignatius Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta

Pages