Minggu, 29 Oktober 2017

 

PERINTAH UTAMA YESUS
 

Kel. 22:21-27; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab; 1Tes. 1:5c-10; Mat. 22:34-40

... Jawab Yesus kepadanya: "Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Mat. 22:37)

 

Dua perintah Yesus yaitu mencintai Allah dan sesama manusia sangat sering kita dengar, namun kerap sulit untuk dilaksanakan. Padahal, kalau kita amati, manusia secara kodrati dapat mengasihi Tuhan dan sesama. Kodrat itu diangkat derajatnya oleh rahmat Allah dalam Sakramen Baptis, sehingga manusia dapat mengasihi Allah secara lebih sempurna (adi-kodrati), yang berakibat kemampuan yang lebih untuk dapat mengasihi sesama. Mengasihi Tuhan dan sesama, itulah perintah dari Tuhan sendiri, yang menuntun manusia untuk dapat memperoleh kebahagiaan di dunia ini dan dapat mengantar manusia ke dalam kerajaan Sorga.

Arah Dasar KAJ tahun 2017 berbunyi: Amalkan Pancasila: makin adil dan makin beradab. Semakin adil dan semakin beradab senantiasa merujuk pada dua perintah Yesus dalam bacaan Injil Minggu biasa ketigapuluh tahun A. Mengasihi Allah dalam relasi vertikal harus berdampak dalam relasi kepada sesama manusia dalam relasi horisontal. Kerap kita membedakan dua relasi ini sebagai relasi yang terpisah. Padahal jika kita kembali kepada Injil hari ini dua relasi ini menjadi satu kesatuan relasi, cinta kepada Allah berarti juga cinta kepada sesama manusia.

Kalau Anda mencintai Allah begitu hebat, namun Anda tidak peduli kepada sesama di sekitar Anda, jangan-jangan ada yang keliru dengan cara hidup beriman kita. Bayangkan jika Anda rajin berdoa, rajin mengikuti Ekaristi dan rajin untuk berdevosi, namun di rumah Anda senantiasa bertengkar dengan pasangan hidup Anda, di tempat kerja Anda melakukan korupsi, dan di masyarakat Anda hampir tidak mengenal tetangga. Ada apa dengan iman Anda?
 

Pertanyaan reflektif:

Apakah selama ini aku mengerti dan memahami dua perintah utama dari Tuhan Yesus? Apakah selama ini aku melihat dua perintah ini sebagai satu kesatuan terintegrasi atau dua hal yang terpisah? Pernahkah aku mempunyai pengalaman mencintai Allah dalam diri sesama?
 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, Engkau senantiasa mengajak kami untuk mencintai Allah dan sesama. Namun kerap kami melupakan dua perintah utama ini. Tambahkanlah selalu iman kami ya Yesus, agar kami selalu ingat dan mampu menghayati dua perintah utama-Mu ini adalah keseharian hidup kami. Demi Yesus Kristus Tuhan dan sahabat kami. Amin.
 
Rm. Sridanto Aribowo, Pr

sumber: Renungan Harian HPS 2017