Jumat, 13 Oktober 2017

 

KUASA SETAN
 

Yl. 1:13-15;2:1-2; Mzm. 9:2-3,6,16,8-9; Luk. 11:15-26

"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, mak sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu" (Luk. 11:20)

 

Hidup kita sering dihadapkan pada situasi konflik: antar kuasa setan dan kuasa Aallah. Antara kuasa kejahatan dan kuasa kebaikan. Antara kuasa dosa dan kuasa rahmat. Injil hari ini melukiskan dengan jelas bagaimana Yesus mengusir setan dengan kuasa Allah. Pengusiran setan dengan kuasa Allah menggambarkan datangnya Kerajaan Allah dalam hidup manusia. Yesus tegaskan bahwa "... jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu" (Luk. 11:20).

Kuasa setan (Beelzebul) ternyata lebih kuat merasuk dalam kehidupan. Contoh: banyak anak, orang muda, dewasa, bahkan lansia sekali pun, hidupnya tidak bisa lepas dari handphone. Berjam-jam mainan HP tidak capai. Tetapi, saatnya belajar banyak alasan. Giliran ulangan atau ujian kalau bisa nyontek. Tidak heran, bila kelak sudah bekerja juga nyuri-nyuri waktu untuk mencari kesenangan sendiri. Bila ada kesempatan uang pun dicuri. Berawal dari korupsi kecil-kecilan berkembang menjadi besar. Prinsip hedonisme (hedon=nikmat) sebagaimana dikembangkan oleh filsuf Aritippos (murid Sokrates) dari Yunani menjadi pilihan hidupnya. Kenikmatan jasmani dijunjung tinggi. Pikiran dan hatinya tertutup untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi orang kecil, lemah, miskin, menderita, difabel (KLMTD).

Karena itu kuasa setan harus ditinggalkan. Gunakan waktu untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat bagi peningkatan hidup pribadi dan sesama. Mencari keuntungan di atas penderitaan sesama, seperti: korupsi, sogok menyogok dalam dunia kerja, skandal perselingkuhan, menghalalkan segala cara demi uang dan jabatan, sudah saatnya untuk disesali dan ditobati. Saatnya berserah diri dan membiarkan kuasa Allah meraja dalam hidup kita. Terlebih pada bulan rosario dalam konteks HPS ini, mari kita hadirkan Kerajaan Allah dalam hidup pribadi, keluarga dan masyarakat. Kita amalkan Pancasila: makin adil dan makin beradab, agar kerajaan Allah datang pada setiap orang. Sekecil apa pun yang dapat kita perbuat kalau dilandaskan pada Kuasa Allah, niscaya Kerajaan-Nya akan hadir dan membuat hidup kita damai.
 

Pertanyaan reflektif:

Aksi nyata apakah yang dapat kita lakukan dalam gerakan HPS sebagai tanda bahwa kita tidak berkompromi dengan setan, tetapi seluruh pikiran, kata, dan perbuatan hanya dilandaskan pada kuasa Allah?
 

Marilah berdoa:

Bunda Maria, doakanlah kami agar Allah merahmati hidup dan pengabdian kami, sehingga kami mau berbagi dengan sesama yang berkekurangan pangan, sandang, dan kasih bagi yang miskin dan menderita. Amin.
 
A. Widyahadi Seputra

sumber: Renungan Harian HPS 2017