Senin, 16 Oktober 2017

 

ALLAH PASTI MEMAMPUKAN KITA
 

Rm 1:1-7; Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk 11:29-32

"... dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" (Luk 11:32)

 

Seorang ibu mempunyai keyakinan bahwa nasib hidupnya jelek. Ia mempunyai keyakinan pribadi bahwa ia adalah orang yang paling tidak beruntung diantara teman-temannya dan saudara-saudaranya. Ia merasa masa lalunya begitu buruk, karena tinggal dengan seorang ibu tiri. Masa selama 2 tahun bersama ibu tiri sangat mempengaruhi dirinya sampai 40 tahun kemudian. Ia seorang yang sangat membutuhkan belas kasihan orang lain. Kebanyakan usahanya adalah menyembuhkan diri sendiri dan mencari rasa nyaman yang menurutnya sangat sulit didapat di dunia ini. Malang sekali nasib si ibu. Ia merasa Tuhan tidak adil karena memberinya rasa tidak nyaman di sepanjang hidupnya.

Keyakinan kita menjadi milik Allah, pengikut Kristus, dan orang-orang yang sudah diberkati Allah, akan membawa kekuatan kepada kita sendiri melakukan perbuatan baik, amal, dan menolong orang lain mengalami kebaikan Allah. Kadang, kita tidak yakin akan hal itu. Kita terus bertanya tentang kemahakuasaan Tuhan. Kita terus meminta bukti akan kehadiran-Nya yang nyata. Semakin kita berpikir, semakin sulit Tuhan ditemukan, sebab kita kurang percaya. Sang ibu, dari cerita tersebut di atas, tidak mungkin mampu melakukan banyak kegiatan amal dan menolong orang lain, karena ia merasa Allah tidak berpihak kepadanya. Hidupnya jadi sia-sia dan penuh keluhan.
 

Pertanyaan reflektif:

  1. Apakah hidup kita terasa sebagai berkat dan bukti bahwa Allah berpihak kepada kita? Jika ya, bagaimana Anda mendapatkan keyakinan ini?
  2. Apa yang telah Anda lakukan dengan baik bagi orang lain dan yakin hal itu disebabkan karena Anda telah lebih dahulu dikasihi Allah?
     

Marilah berdoa:

Ya Allah, ajarlah aku menghitung hari-hari yang kulalui. Biarkanlah aku melihat lebih banyak berkat yang sudah aku terima supaya Aku tahu tidak bertanya lagi tentang kebaikan-Mu dalam hidupku. Semoga dengan demikian aku dapat lebih banyak memberi pada sesama di sekitarku. Amin.
 
P. Alexander Erwin Santosa, MSF

sumber: Renungan Harian HPS 2017