Minggu, 15 Oktober 2017

 

DIPILIH
 

Yes 25:6-10a; Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6; Flp 4:12-14; Mat 22:1-14

"Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih" (Mat 22:14)

 

Sebagai warga yang tinggal di tengah masyarakat, sudah biasa kita mendapatkan undangan pernikahan. Undangan bisa datang dari tetangga atau pun keluarga. Bentuk undangan bermacam-macam. Ada yang sederhana, ada juga yang mewah. Semua itu mencerminkan tingkat kemampuan yang mengundang. Undangan yang bagus dan pesta yang mewah membuat orang yang diundang tertarik untuk memperhatikan dan menghadirinya. Bahkan tertarik pula untuk merencanakan pakaian pesta mana yang akan dipilih.

Injil Matius 22:1-14 hari ini bercerita tentang raja yang mengadakan perjamuan pernikahan. Undangan sudah disebar dan yang datang sedikit karena berbagai alasan. Maka raja minta agar diundang pula orang-orang di jalan untuk datang ke tempat pesta. Saat raja menjumpai para tamu, marahlah ia karena ada tamu datang tidak mengenakan pakaian pesta.

Undangan pesta ini juga ditujukan kepada kita. Sejauh mana kita menanggapi undangan tersebut. Kehadiran kita akan diterima oleh raja, sejauh kita mempersiapkan diri dengan pakaian yang pantas. Persiapan bukan hanya dari pakaian yang kelihatan, tetapi bagaimana hati dan pikiran kita juga bersih. Dengan kata lain, apakah rohani kita pun layak untuk hadir dalam perjamuan pesta tersebut. Bila belum pantas karena berbagai kejahatan yang kita lakukan, kini saatnya bertobat, minta ampun kepada Tuhan agar layak dan pantas ikut dalam perjamuan pesta. Kriteria layak dan pantas juga ditentukan dari sejauh mana kita terlibat dalam perayaan pesta dan gerakan aksi nyata hari pangan sedunia (HPS) dengan rela memberikan sebagian milik yang Tuhan titipkan kepada kita bagi yang hidupnya kekurangan.
 

Pertanyaan reflektif:

Harta yang kita miliki adalah titipan Tuhan. Relakah kita memberikan sebagian titipan itu untuk diberikan kepada yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel, sehingga kelak kita diizinkan untuk ikut ambil bagian dalam perjamuan pesta yang Tuhan Yesus adakan?
 

Marilah berdoa:

Jauhkanlah kami dari sikap menumpuk harta hanya untuk kepentingan diri, tetapi mau berbagi pada sesama yang kekurangan, sebagai salah satu wujud nyata penghayatan sila kedua: "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Doa ini kami panjatkan dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.
 
A. Widyahadi Seputra

sumber: Renungan Harian HPS 2017