Homili Paus Fransiskus dalam Misa 3 Oktober 2017

 

Mohonkanlah kepada Tuhan Keberanian untuk Mengikuti Yesus

Bacaan Ekaristi: Ayb. 3:1-3,11-17,20-23; Mzm. 88:2-3,4-5,6,7-8; Luk. 9:51-56

Paus Fransiskus mengajak umat kristiani untuk berpaling kepada Allah guna mengusahakan keberanian dan kekuatan yang dibutuhkan untuk mengikuti Yesus dalam kehidupan mereka.

Dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi, 3 Oktober 2017, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus merenungkan perjalanan Yesus ke Yerusalem ketika saat penyaliban-Nya sudah dekat. Menerima kehendak Bapa-Nya, Yesus - beliau mengatakan - dengan tegas bertekad untuk melakukan perjalanan tersebut dan menyatakan maksud-Nya kepada para murid.

"Hanya sekali", Paus Fransiskus mengingatkan, "di Taman Getsemani, Ia mohon kepada Bapa untuk 'mengenyahkan cawan kemurkaan yang akan diminum-Nya', tetapi setiap kali Ia menyerahkannya kepada kehendak Bapa". Itulah apa yang diinginkan Bapa dari kita, beliau mengatakan, tekad dan ketaatan, serta Ia akan menunggu dengan kesabaran yang tak terbatas.

Paus Fransiskus kemudian menjelaskan bahwa para murid tidak mengikuti Guru mereka selama perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Yesus sendirian. "Kadang-kadang para murid tidak memahami apa yang sedang dikatakan Yesus atau tidak ingin memahami karena mereka takut; di lain waktu mereka menyembunyikan kebenaran atau mereka terganggu oleh hal-hal lain; atau - sebagaimana bisa kita baca dalam Bacaan Injil hari itu : mereka mengusahakan sebuah alibi agar tidak memikirkan tentang apa yang sedang menunggu Tuhan", beliau berkata.

Beliau menunjukkan bahwa Yesus memutuskan sendirian karena tak ada seorang pun yang memahami misteri Yesus, dan mencatat bahwa satu-satunya yang diutus Allah untuk menguatkan dan menghibur-Nya di Taman Getsemani adalah seorang malaikat yang diutus dari Surga.

"Marilah kita meluangkan waktu", kata Paus Fransiskus, "untuk memikirkan Yesus yang sangat mengasihi kita, yang berjalan sendirian menuju salib : pikirkanlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya atas ketaatan dan keberanian-Nya serta berbicaralah dengan Dia". Berbicaralah kepada Yesus, Paus Fransiskus mengakhiri, mengakui semua hal yang telah Ia lakukan untuk kita, mengakui kesabaran yang dengannya Ia sabar menghadapi dosa-dosa kita dan kegagalan-kegagalan kita.

"Luangkanlah waktu hari ini - lima, sepuluh, lima belas menit - baik di hadapan salib maupun dengan imajinasi kalian, 'melihat' Yesus berjalan dengan pasti menuju Yerusalem dan memohonkan rahmat untuk memiliki keberanian guna mengikuti-Nya secara erat", beliau berkata.

 
sumber: http://pope-at-mass.blogspot.co.id