Hari Biasa Pekan V Prapaskah: 4 April 2017




Selasa, 4 April 2017
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
Bil. 21: 4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-21; Yoh. 8: 21-30

Memandang Salib

"Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia...."
(Yoh. 8:28a)

 

Ketika membaca dan merenungkan kisah orang-orang yang disembuhkan karena memandang ular tembaga yang dibuat Musa, saya teringat akan kesaksian yang dilakukan oleh seseorang yang memandang salib. Suatu kebiasaan yang ia lakukan adalah memandang salib. Ia berdoa sebentar sebelum memulai aktifitas sehari-hari. Jika diperhatikan, tampak ada perubahan warna wajahnya sebelum dan sesudah berdoa. Sesudah berdoa, wajahnya berbinar-binar dan suaranya terkesan lebih mantap. Hal ini diteguhkan Yesus dalam Injil Yohanes: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia" (Yoh. 8,28a).

Setiap orang yang percaya dan memandang salib Yesus akan beroleh keselamatan. Tidak saja dari penyakit, tetapi lebih dari itu, dari belenggu kuasa dosa dan maut. Dengan memandang salib Yesus diam-diam, daya penyelamatan itu bekerja dalam diri kita untuk siap menghadapi tantangan.

Setiap kali merenungkan peristiwa sengsara dan penyaliban Yesus, saya tidak habis pikir mengapa kenyataan seperti itu terjadi. Mengapa orang benar, baik, suci harus mati dengan cara demikian? Salah satu
jawabnya adalah karena Tuhan menghendaki-Nya. Yesus sendiri kerap mengatakan bahwa Anak Manusia akan diserahkan ...... Hanya dengan memandang salib, kita akan semakin mengenal Dia. Hanya dengan memandang salib kita terbantu untuk menerima, memahami dan memberi makna pada pengalaman duka, kecewa, sakit yang sulit dimengerti. Hanya dengan memandang salib Yesus, kita dimampukan untuk memperlakukan sesama manusia secara hormat dan bermartabat.
 

Pertanyaan reflektif:

Sudahkah kita selalu memandang salib Yesus dalam menghadapi dan memaknai segala persoalan yang menerpa hidup kita dalam keluarga, komunitas, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Pancasila di
Indonesia ini?
 

Marilah berdoa:

Bantulah kami agar mampu menghayati misteri salib Yesus dalam kehidupan kami, sehingga boleh ikut ambil bagian dalam kebagiaan-Mu. Amin.
 

(A. Widyahadi Seputra)