Hari Biasa Pekan IV Prapaskah: 30 Maret 2017




Kamis, 30 Maret 2017
Hari Minggu Prapaskah V
Kel. 32:7-14; Mzm. 106:19-23; Yoh. 5:31-47

Kesaksian Hidup yang Menyelamatkan

"Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya
Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku."
(Yoh. 5:36)

 

Ada seorang bapak tengah baya bernama bapak Hikmat. Bapak tersebut datang secara periodik untuk berbagi kasih dengan anak-anak di panti asuhan. Bapak tersebut menyumbang beras sekian ratus kilogram. Yang menarik perhatian adalah cara mengantarkan beras. Caranya bisa dibilang unik karena setiap karung beliau angkut menggunakan sepeda motor, sehingga bisa bolak balik hingga lima sampai enam kali. Jarak waktu kedatangannya pun cukup lama. Bila ditanya kenapa jarak kedatangannya lama, Bapak tersebut memberi keterangan bahwa tempat beliau membeli beras jaraknya jauh. Kenapa tidak memilih toko yang lebih dekat, bapak Hikmat menjawab tidak apa-apa. Rupanya setiap karung beras beliau intensikan untuk tiap-
tiap anggota keluarganya. Tiap anggota keluarga beliau mintakan doa khusus agar didoakan. Iman dan kepercayaan kepada Tuhan, cintanya kepada keluarga dan kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan mendorong dan memberi kekuatan yang lebih kepada bapak Hikmat ini. Kesaksian bapak Hikmat ini mengharukan, sebab Bapak yang sudah tengah baya tersebut memberikan kasih dengan rela berkurban. Berkurban waktu, tenaga, juga materi, dan pengurbanan tersebut dipersembahkan dengan tulus dan penuh pengharapan.

Dalam kitab Keluaran, bisa ditemukan nuansa tindakan dengan harapan akan keselamatan yang sama, Musa berusaha melunakkan hati Tuhan agar tidak murka terhadap bangsa Israel yang telah berdosa. Dan berkat usaha Musa yang memohon, maka bangsa Israel pun bebas dari murka Tuhan. Contoh kesaksian hidup yang tulus dan penuh pengharapan dari nabi Musa kiranya mengajar kita bahwa pengharapan akan keselamatan menjadi harapan bagi setiap orang.

Dalam Injil hari ini, Yesus juga memberikan kesaksian bahwa yang dikerjakan Yesus, itulah yang memberi kesaksian tentang-Nya, bahwa Bapa yang mengutus-Nya. Yesus mengajarkan kepada kita agar kita percaya kepada-Nya, mengikuti dan melaksanakan apa yang menjadi kehendak-Nya. Kehendak Yesus adalah agar kita bertobat dari segala dosa kita, dan menjadi pembawa kabar baik bagi keluarga dan sesama kita.
 

Pertanyaan reflektif:

Sudahkah saya menebarkan kasih, meneguhkan pengharapan dan menjadi saluran keselamatan bagi keluarga dan bagi sesama yang ada disekitar saya?
 

Marilah berdoa:

Allah Bapa yang maha murah, kami bersyukur atas kasih-Mu, bantulah kami agar kami mampu memikirkan dan mengusahakan apa yang baik, yang dapat membawa sukacita dan keselamatan bagi kami dan juga bagi sesama kami. Amin.
 

(Sr. Gaudensia Suparmi, OP)