Hari Biasa Pekan IV Prapaskah: 28 Maret 2017




Selasa, 28 Maret 2017
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
Yeh. 47:1-9, 12; Mzm. 46:2-3, 5-6, 8-9; Yoh. 5:1-3a. 5-16

Kesembuhan dan Pertobatan

"Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
(Yoh. 58)

 

Hari ini, sabda Tuhan berkata mengenai kesembuhan. Segala hal yang berdekatan dengan Tuhan mestinya menyembuhkan dan menghidupkan. Bagaikan air sungai yang menjadi mata air, dan bagaikan sumber kesuburan dan kehidupan, demikianlah Tuhan bagi kita. Kedekatan dengan Dia membuat kita sadar bahwa hidup adalah anugerah yang cuma cuma dan tergantung pada Sang Pencipta.

Yesus menyembuhkan orang dengan maksud baik, agar orang bertobat dari kelakuannya yang buruk. Kita juga berbuat dosa yang sama terus menerus. Rasanya kita sulit keluar dari lingkaran kelemahan dan kekurangan diri kita itu. Seolah-olah kesalahan dan dosa tertentu menjadi ciri khas dan tidak terpisahkan dari diri dan hidup kita. Akan tetapi, Allah tidak demikian. Ia ingin kita hidup dan mendapatkan hidup dari Diri-Nya. Kehidupan yang berasal dari Allah tidak mematikan, melainkan membawa hidup baru.

Kesembuhan yang kita dapatkan dari Tuhan juga diberikan cuma-cuma, tanpa syarat apapun, sebab berasal dari Kasih-Nya yang besar kepada kita. Manusia tidak dapat dengan bebas mengekspresikan cinta dan kebaikan, maka perlu diatur dengan peraturan agar satu sama lain tidak bertabrakan dan saling merugikan. Peraturan tetaplah peraturan, dan bukan hidup itu sendiri. Karena itulah Tuhan Yesus membuka mata kita bahwa hidup yang dianugerahkan Allah itu memerdekakan dan menjadikan kita manusia baru yang jernih melihat kebenaran dan tindakan kasih sebagai bukti iman akan Allah.

Marilah dengan berani kita keluar dari kesempitan cinta diri. Kita yang masih mudah marah, kurang sabar, dan mudah menghakimi, sekaranglah saatnya sembuh, bersama kuasa Tuhan kita, Yesus, kita berani menghadapi hidup, bukan hanya mengikuti peraturan yang kaku dan tidak membawa kebaikan. Jika kita telah menemukan dan berhasil dekat dengan Tuhan, maka berusahalah menjaga hubungan dengan Tuhan itu dengan berdoa dan datang ke perayaan Ekaristi di Gereja, agar dijauhkan dari yang jahat dan keterbatasan diri kita yang lama.
 

Pertanyaan reflektif:

Sudahkah Anda mengundang Tuhan untuk menyembuhkan, dan menghidupkan hidup Anda?
 

Marilah berdoa:

Ya Yesus, ajarlah kami hidup dari mendengar firman-Mu dan melaksanakannya. Kami mau hidup dalam saling memperhatikan dan saling mengasihi. Kami ingin hidup dalam keterbukaan pada kebutuhan sesama, supaya akhirnya kamipun menerima kesembuhan batin dan kekuatan baru melawan dosa dosa lama kami. Doa ini kami panjatkan dalam nama-Mu sendiri, yang hidup bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
 

(RP. Alexander Erwin Santosa, MSF)