Hari Biasa Pekan IV Prapaskah: 27 Maret 2017




Senin, 27 Maret 2017
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah IV
Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11; Yoh. 4:43-54

Tuhan yang Menyembuhkan Hidup

Pegawai istana itu berkata kepada-Nya, "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
(Yoh. 4:49)

 

Kehadiran Tuhan Yesus membawa kebaikan, keberuntungan dan kesembuhan. Kekuatan iman akan Yesus nyata menyelamatkan mereka yang percaya. Betapa indahnya jika kita dapat memiliki iman kepada Tuhan kita! Apapun yang kita perbuat akan menjadi kebaikan dan tampak Tuhan ikut bekerja bersama kita. Tetapi telah nyata bahwa kita memiliki kesulitan untuk sungguh percaya pada kuasa-Nya. Logika, Rasio, Kecerdasan akal, dan bahkan akal sehat telah menguasai kita dan membuat kita hanya percaya pada diri sendiri yang terbatas.

Langit dan bumi baru adalah situasi yang akan dialami oleh mereka yang percaya, baik di bumi maupun di surga kelak. Mereka yang percaya tidak pernah kehabisan harapan dan kegembiraan, sebab mereka telah dipenuhi dengan keyakinan bahwa Tuhan sedang bekerja bersamanya. Hidup kita sering dipenuhi dengan ketakutan dan kekuatiran, dan itu tergambar dalam kalimat-kalimat doa-doa kita yang terlalu banyak memohon dan lupa berterima kasih.

Pegawai istana yang berkuasa itu menundukkan dirinya pada Yesus demi kesembuhan anak yang dicintainya. Cinta telah membuat seseorang mempercayai Tuhan. Bukankah kita juga bisa digerakkan oleh kasih untuk berjumpa dengan Tuhan setiap hari. Jangan mengisi hidup dengan pikiran pikiran rasional melulu, karena itu akan memiskinkan hidup rohani kita. Berilah kesempatan pada dirimu sendiri melihat kuasa dan penyertaan Allah dalam hidupmu secara nyata. Bangunlah hidup doa yang rajin dan tekun dan biarlah kekuatan rohani menuntunmu pada kesembuhan sempurna.
 

Pertanyaan reflektif:

Sudahkah Anda mempercayakan hidup Anda pada Tuhan setiap hari?
 

Marilah berdoa:

Ya Allah, sebagai manusia aku penuh dengan keterbatasan. Aku mau menyadarinya dan berterima kasih bahwa dalam keterbatasan itu aku menemukan kuasa kasih-Mu yang tak terbatas. Semoga hari demi hari aku semakin menemukan pengalaman dengan-Mu sebagai kekuatan untukku mewartakan kebaikan kepada sesama. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.
 

(RP. Alexander Erwin Santosa, MSF)