10 Maret 2017: Hari Biasa Pekan I Prapaskah




Hari Biasa Pekan I Prapaskah
Yeh. 18:21-28; Mzm. 130:1-2, 3-4ab, 4c-6, 7-8; Mat. 5:20-26

HIDUP DALAM FIRMAN

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga
(Mat. 5:20)

 

Bacaan Injil hari ini memiliki konteks yang lebih luas. Judulnya Yesus dan Hukum Taurat. Dan selanjutnya,perikop ini diberi kerangka hidup dalam Kerajaan Surga yang konkretnya adalah Amalkan Pancasila: Semakin Adil Semakin Beradab (Tema APP 2017).

Kalau kita membaca konteksnya, maka terdapat pujian hebat mengenai pelaksanaan Hukum Taurat, yang seringkali dikritik itu. Ketika Yesus bersabda bahwa Ia datang untuk menggenapi Hukum Taurat, Ia ingin memulihkan kedudukan hukum itu dan menempatkannya dalam tata iman, hidup dalam Kerajaan Surga, menjadi anak-anak Allah yang merdeka. Oleh karena itu, pelaksanaan Hukum bukan sekedar melaksanakan sejumlah peraturan belaka, tetapi ia menjadi pelaku Firman yang terus menerus mendorong manusia untuk hidup merdeka.

Maka, saya mengusulkan untuk memerhatikan apa yang disabdakan Tuhan Yesus: Tetapi Aku berkata kepadamu ... maka, ketika Hukum Taurat menuntut ini dan itu, segala sesuatu ada hukuman fisiknya, Yesus mengemukakan tuntutan persaudaraan sejati, hidup dalam perdamaian, hidup dalam perkataan santun dan ramah. Itulah hidup dalam Kerajaan Surga. Itulah hidup di dalam berkeadilan dan beradab. Jika hidup kita berbuah seperti itu, tak satu hakim pun akan memasukkan kita ke dalam penjara (bdk. Mat. 5:25)
 

Pertanyaan reflektif:

Sudahkah aku hidup dalam Firman Allah, bukan untuk menghukum orang lain, melainkan untuk hidup semakin adil dan beradab, untuk memperbaharui hati dan hidup rohani?
 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, betapa mudahnya orang menghakimi sesamanya, betapa mudahnya orang memberikan hukuman yang dianggapnya sepadan dengan perbuatannya, dan betapa mudahnya orang menaruh prasangka buruk pada sesama.
Tuhan, jauhkanlah aku dari pandangan sempit seperti itu dan semoga FirmanMu senantiasa memperbaharui hati dan menerangi rohku. Amin.
 

(RD. B. Hardijantan Dermawan)