Surat Keluarga Agustus 2016

 

 
Salam Merdeka!

Keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta, sampailah kita di bulan Merah Putih! Jika sebelumnya kita telah merangkai Rosario merah putih, sekarang kita akan merayakan hari kemerdekaan bangsa kita tercinta, Indonesia. Betapa menyenangkan mengalami berkat Tuhan melalui suasana bebas dari penjajahan bangsa asing dan menempati suatu negara yang terus membangun dan meraih kesejahteraan yang semain manusiawi. Kita benar-benar beruntung hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Menikmati adalah kesenangan manusia. Mengalami diberi dan menerima juga merupakan kegembiraan. Doa pujian dinaikkan karena kebaikan Tuhan atas apa pun yang telah kita terima. Meskipun demikian, menikmati adalah tahap awal dari suatu proses kedewasaan mental manusia. bayi dan anak-anak hidup bahagia dari menikmati pemberian dan pemeliharaan orangtuanya, tetapi orang dewasa menikmati hidupnya justru dengan memberi dan melakukan sesuatu untuk orang lain.

Hidup di tanah yang subur, “tongkat kayu dan batu jadi tanaman..” memang menyenangkan. Kita sering bersyukur karena di Indonesia segala sesuatu mudah dan enak. Tempat yang indah dan makanan yang lezat membuat kita rela hidup sampai mati di tanah kita ini. segala sesuatu yang baik telah Tuhan nyatakan melalui pengalaman hidup kita menghirup udara kemerdekaan dan persaudaraan di tanah tumpah darah kita ini.

Kita diharapkan menjadi manusia dewasa. Kita diundang bukan hanya untuk tinggal dan menikmati keindahan ini. Kita perlu menyampaikan tugas mulia ini kepada anak-anak kita. Sebagai warga negara yang baik, sebagai orang Katolik yang baik, sebagai anak-anak Allah, kita mempunyai tanggungjawab untuk menyampaikan kabar baik kepada saudara-saudari sebangsa. Bukan terutama menyebar agama, tetapi menyebar kebaikan yang bisa dirasakan oleh banyak orang se-tanah air.

Saya pribadi merasa senang jika sekolah-sekolah Katolik mengajarkan kebangsaan dengan baik dan lengkap. Anak-anak kita sangat membutuhkan rasa kebangsaan ini untuk melengkapi kepenuhan hidup mereka sebagai orang beriman. Jangan pernah mendidik anak-anak bahwa mereka “tamu” di negara mereka sendiri. Kita perlu memberi kesadaran pada anak anak kita untuk semakin “memberikan diri seutuhnya” untuk kemajuan bangsa.

Orang Katolik, meskipun sedikit, sejak dulu sudah menjadi pionir bagi bangsa Indonesia. Wage Rudolf Supratman, misalnya, menyumbangkan karya Gereja dalam bentuk Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Semua orang mengingat dan menyanyikan lagu ciptaannya. Kekatolikan kita tampak dalam bahasa yang indah dan lagu yang megah. Mgr. Soegijapranata juga mewakili orang Katolik dalam bidang iman dan sekaligus kebangsaan. dalam hal inilah iman dan kesadaran sebagai warga negara yang baik tampak. Apakah sumbangan Anda pada bangsa ini?

Pernahkan Anda mengetahui bahwa banyak bahasa di Indonesia juga menyumbang kekayaan liturgi Gereja Katolik di Indonesia? Barangkali kita perlu menginspirasi keluarga dan anak-anak untuk memikirkan kreativitas seperti ini. Kita bukanlah pendatang. Kita pemilik bangsa ini dan pembentuk fondasi hidup masa depan anak-cucu kita. Berikanlah fondasi kebangsaan yang mendalam, agar Gereja Katolik benar benar berguna bagi hidup semua orang di negara tercinta ini.

Rosario Merah Putih adalah tanda cinta bangsa kita pada Indonesia dan berdoa bersama seluruh bangsa ini. Mari berdoa bagi tanah tumpah darah kita. Mari berkarya dan bangga pada negara ini sambil melakukan sesuatu yang kecil maupun besar bagi hidup bersama yang lebih baik. Kita adalah para utusan Tuhan bagi masyarakat yang ada di sekitar kita. Kehadiran kita harus memberkati orang di sekitar kita, supaya mereka makin melihat Tuhan dalam diri kita yang percaya pada Yesus Kristus di bawah panji Katolik.

Keluarga adalah tempat setiap orang belajar menjadi manusia seutuhnya. Mari belajar berdisiplin di jalan, membuang sampah pada tempatnya, berbudaya antri, mari melihat kesempatan untuk berbuat baik dan menunjukkan teladan pada semua orang di sekitar kita. Gereja Katolik tidak boleh menutup diri pada kepentingan peribadatan saja. Kita ada di dunia untuk suatu misi membesarkan Kerajaan Allah di dunia, khususnya di tempat kita hidup dan tinggal. Selamat hari kemerdekaan! Tuhan memberkati.

 
Salam Keluarga Kudus

Alexander Erwin MSF