Kehadiran Biara Rubiah OCD di Samadi

 
Dalam perjalanan sejarahnya Gereja Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) diberkati dan diperkaya dengan kehadiran para Imam, Biarawan dan Biarawati dari aneka Tarekat Religius serta pertumbuhan umat yang menggembirakan. Hingga saat ini KAJ dilayani oleh para imam Diosesan, 20 tarekat Imam, 42 tarekat suster dan 2 tarekat Bruder. Sungguh indah dan istimewa bahwa menjelang peringatan 210 tahun Gereja KAJ, Tuhan melengkapi dengan kehadiran Tarekat Suster Kontemplatif OCD (Ordo Carmelitarium Discalceatorum) untuk pertama kalinya di KAJ. Mereka hadir sebagai pendoa dan pertapa bagi Gereja, khususnya KAJ.

Pada 31 Mei 2016, delapan orang Suster kontemplatif dari Biara OCD Lembang datang mengawali pendirian Biara Kontemplatif OCD di komplek Samadi, Klender. Setelah dua abad lebih Gereja KAJ berdiri, baru pertama kali ini hadir tarekat suster religius kontemplatif. Para suster pertapa ini mengarahkan hidup untuk tugas berdoa. Berdoa bagi Gereja dan keselamatan jiwa-jiwa, para imam dan gereja lokal khususnya Gereja KAJ. Kehadiran para suster rubiah ini juga menjadi tanda kesaksian kuat bahwa Tuhan diatas segala-galanya. Di tengah gelombang konsumerisme dan sekularisme kota metropolitan, kesaksian para suster rubiah sungguh memberi warna kedalaman iman dalam hidup keseharian.

Mari kita haturkan syukur dan sukacita kepada Allah Maharahim dengan doa agar kehadiran Biara Pertapa OCD semakin menyuburkan gereja KAJ. Selain memperkaya khasanah para pelayan pastoral di KAJ, kehadiran para suster pertapa kontemplatif juga semakin melengkapi kesatuan para pelayan pastoral dalam doa dan kerasulan. Tuhan memberkati keluarga-keluarga dan komunitas kita sekalian.

RD. Adi Prasojo - Sekretaris KAJ

 
Ordo Carmelitatum Discalceatorum (OCD) acapkali disebut Karmelit Tak-Berkasut. Didirikan Santa Theresia dari Avilla & Santo Yohanes dari Salib yang membawa pembaharuan ordo Karmel. Ordo Karmel berasal dari para pertapa Gunung Karmel Palestina (1185). Mereka meneladani Nabi Elia (1Raj 9:9-18) yang hidup dalam kesunyian pertapaan Gunung Karmel.

 
sumber: Info Gembala Baik Edisi 07 Tahun V, 2016