Surat Keluarga Juni 2016

Bersamamu aku merasa tenang,
Hidupku dipenuhi warna-warna cerah
Karena aku merasakan pelukan dan sapaan
Aku merindukan saat ini bersamamu
Saat kita berkumpul dan menghabiskan waktu
Aku merasakan keluarga yang lebih lengkap
Aku, kamu, dan anak-anak kita
Segala sesuatu menjadi lebih mudah kutanggung
Sebab aku merasa tidak sendirian berjuang
Mari habiskan biskuit dan teh manis kita
Sebab hidup masih menawarkan kegembiraannya.

 

Keluarga-keluarga Katolik terkasih, saat indah bersama keluarga sungguh tak tergantikan. Anak-anak yang melewatkan masa liburannya adalah kenangan yang kelak tak tergantikan ketika mereka tidak bersama Anda lagi. Orangtua yang menikmati kebersamaan adalah sukacita buat anak-anak yang merasakan berharganya waktu bersama papa mama mereka.

Kebersamaan bisa melembutkan hati, membangun komunikasi, dan membawa cerita baik dalam keluarga kita. Kebersamaan mengajari kita bagaimana kita bisa saling membahagiakan dan mengerti. Ketika kita bertemu muka dengan muka, maka kita bisa menangkap apa yang dirindukan, apa yang diharapkan, apa yang disukai, apa yang menjadi kebiasaan, dan apa yang berubah dari pasangan dan anak-anak bersama waktu. Dalam kebersamaan, kita menjadi lebih mengerti bagaimana keadaan keluarga kita sekarang ini.

Keluarga-keluarga terkasih, kadang kita mengandaikan bahwa keluarga kita baik-baik saja, karena masih bicara, masih ada interaksi seadanya, dan masih tinggal serumah. Tetapi keluarga yang sebenarnya bukan hanya tinggal satu atap, tetapi merasa nyaman, satu, dan terbuka satu sama lain. Keluarga adalah tempat dimana kebersamaan dirayakan dalam rasa lega, gembira, percaya dan nyaman.

Ambil waktu bersama yang nyaman. Kita bisa mengubah apa yang dapat kita ubah, misalnya sikap pemarah kita, sikap kurang sabar, atau sikap mudah menilai negatif. Kita benar-benar dapat belajar mengubahnya ketika berinteraksi selama liburan dan bercengkrama bersama keluarga. Sesuatu yang membuat keluarga kita gembira harus kita perjuangkan.

Akan tetapi, ada juga hal-hal yang tidak dapat mengubah apa yang memang tidak dapat diubah, misalnya ketika anak tidak berhasil baik dalam studinya. Jangan membahas terlalu panjang kegagalan anak-anak dalam studinya, karena itu sudah lewat dan yang akan datang harus lebih baik, maka kita dapat mendukungnya tanpa terus mencecar dengan nasihat yang membuat anak-anak menjadi dingin hati selama liburan.

Habiskan masa liburan dengan kenangan yang baik, karena kenangan hari ini tak akan pernah kembali lagi. Jangan dipenuhi dengan ego dan ambisi yang akan membuat wajah kita sebagai ayah atau ibu menjadi keras dan kaku. Saat menyenangkan harus dikemas dengan menyenangkan.

Sebagai pasutri, Anda juga dipanggil untuk saling berbagi dan memberi waktu dengan tulus kepada pasangan. Tidak ada pasangan yang sempurna, Anda juga tidak. Mari kita jalani masa bersama ini menjadi jam-jam suci bagi keluarga. Anggaplah saat liburan sebagai ibadah istimewa kepada Allah. Allah sangat mendahulukan kasih dalam kehidupan manusia. Rumusan kasih adalah memberi, menerima, memahami, memaafkan, dan menginginkan yang baik. Semoga kita mengusahakan itu di saat orang-orang yang kita kasihi ada di dekat kita.

Selamat berlibur, selamat mengalami QUALITY TIME bersama seluruh keluarga. Mari memulai cerita kasih dari keluarga sendiri. Mari mewujudkan rumusan panjang cinta dari orang-orang di rumah. Mari menjadikan rumah keluarga kita Gereja pertama tempat Allah diwartakan dengan gembira.

 
Tuhan memberkati,
 
Alexander Erwin Santoso, MSF
Komisi Kerasulan Keluarga KAJ

 
sumber: Website KAJ