Pengumuman, 10 Januari 2016


Paguyuban St. Yohanes Paulus 2

Paguyuban St. Yohanes Paulus 2 akan mengadakan perayaan Natal dan Tahun Baru pada:

  Hari/Tanggal : Kamis, 14 Januari 2016
  Waktu : Pukul 09.00 wib
  Tempat : Kediaman Keluarga Bp. Edy Damoko

Setiap peserta dimohon membawa kado terbungkus kertas koran seharga Rp. 25.000,- untuk acara tukar kado.

Untuk peserta yang belum mengetahui lokasi acara, dapat berkumpul dan akan dijemput di Kapel Wisma Asri pada pukul 08.30 wib.

Terima kasih, Tuhan memberkati..


Misa Seroja

Akan diadakan misa di Gedung Serbaguna Seroja pada tanggal 10 dan 17 Januari 2016.


Hari Minggu Biasa II, 16-17 Januari 2016

  Sabtu Minggu
Misa I Misa II Misa III
Koor Ling. St. Padre Pio 3 Ling. St. Antonius 8 Ling. St. Thomas Aquino 3 PS Clara Choir
Organis Antonius Untung Linda Stephen
Lektor Anastasia S. Ibu Suryo Sinta Lego Sriyono
Komentator Purwanti Melly Stefani Maria Neti Antoneta
Tata Tertib/Kolektan Ling. St. Antonius 3 Ling. St. Padre Pio 4 Ling. St. Konradus 1 Ling. St. Konradus 3
Prodiakon M. Regina R.
L. Pudjiastuti
V. Maria M.
FX. Rudy H.
JP. Siboro
A. Sudiyono
Y. Suharno
I. Kasimo
Ana Maria
Edy Surianto
Eddy Supeno
B. Sri Utari
M. Lamiyono
Fl. Muji PS
A. Sudiyono
F. Suharto
H. Teguh
A. Heru
Misdinar Prana, Nico,
Gabi, Louisa,
Marzelina, Elia,
Cantika, Rosa
Yosafat, Devon,
Ratna, Agnes,
Tini, Stevani,
Rebeca, Dimas
Bayu, Bimo,
Tania, Lily,
Theresia, Erica,
Resta, Heningtyas
Michael, Hugo,
Permatasari, Irene,
Tyas, Naomi,
Sisilia, Timoty
Penata Bunga - - -
Saran Nyanyian PS 540, 613, 671, 678, 682, 693, 830, 952

 
Keterangan:

  1. Misa I: pukul 06.00 wib, Misa II: pukul 16.00 wib, Misa III: pukul 18.00 wib.
  2. Mohon koordinasi dengan lingkungan lain apabila petugas berhalangan hadir.
  3. Petugas koor harap mempersiapkan diri dengan baik (termasuk pemazmur).
  4. Petugas tata tertib harap mengatur tempat duduk, persembahan, dan komuni.
  5. Petugas tata tertib harap menjaga kekhusyukan selama misa berlangsung.
  6. Petugas tata tertib harap membantu merapikan kursi setelah misa selesai.

 

Carilah Allah Dalam Kesederhanaan dan Kemiskinan

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PEMBUKAAN PINTU SUCI
DI PUSAT CINTA KASIH BAGI TUNAWISMA
DI STASIUN KERETA API TERMINI, ROMA
18 DESEMBER 2015

CARILAH ALLAH DALAM KESEDERHANAAN DAN KEMISKINAN

Allah datang untuk menyelamatkan kita. Ia tidak menemukan cara yang lebih baik untuk melakukannya ketimbang berjalan bersama kita, mendiami hidup kita, dan pada saat memilih jalan untuk mendiami Ia tidak memilih sebuah kota besar dari sebuah kekaisaran besar; Ia tidak memilih seorang putri raja, seorang istri bangsawan sebagai ibu-Nya, seorang penting; Ia tidak memilih sebuah istana yang mewah. Tampak seolah-olah semuanya dilakukan dengan sengaja, hampir-hampir dengan cara tersembunyi. Maria seorang gadis berusia 16-17 tahun, tidak lebih tua, di sebuah desa yang terpencil di pinggiran Kekaisaran Romawi, yang tak seorang pun tahu dengan pasti desa itu. Yosef, seorang pemuda yang mencintainya dan ingin menikahinya; seorang tukang kayu yang mendapatkan roti, semuanya dalam kesederhanaan, dengan cara tersembunyi. Dan juga dalam penolakan, karena mereka bertunangan dan di sebuah desa kecil yang kalian tahu betapa penuh pergunjungan. Mereka bergaul ... Dan Yosef menyadari bahwa Maria hamil, tetapi ia adalah orang yang tulus. Semuanya tersembunyi, bahkan bersama fitnah, bersama pergunjungan. Dan Malaikat menjelaskan misteri tersebut kepada Yosef : "Anak yang dikandung tunanganmu adalah karya Allah, karya Roh Kudus. 'Ketika Yosef terbangun dari tidurnya ia melakukan apa yang diperintahkan Malaikat Tuhan kepadanya. Dan ia pergi kepadanya dan menikahinya. Tetapi ia melakukan segalanya dalam sebuah cara yang sederhana, yang tersembunyi. Kota-kota besar dunia tidak tahu apa-apa ...

Demikianlah Allah di antara kita. Jika kalian ingin menemukan Allah, carilah Dia dalam kerendahan hati, carilah Dia dalam kemiskinan, carilah Dia di mana Ia tersembunyi : dalam orang-orang yang paling membutuhkan, dalam orang-orang sakit, dalam orang-orang lapar, dalam orang-orang yang terpenjara. Dan ketika Yesus mewartakan kehidupan kepada kita Ia mengatakan : akan bagaimanakah penghakiman kita. Ia tidak akan mengatakan kalian datang bersama-Ku karena kalian membuat begitu banyak persembahan yang baik dalam Gereja. Pintu masuk ke Surga tidak dibayar dengan uang. Ia tidak akan mengatakan kalian sangat penting. Kalian telah begitu banyak belajar dan menerima begitu banyak penghormatan. Penghormatan-penghormatan tidak membuka pintu Surga.

Apa yang akan dikatakan Yesus? Aku lapar, kamu memberi aku makan, aku sakit, aku berada di penjara dan kamu datang kepada-Ku .... Yesus berada dalam kerendahan hati. Kasih Yesus adalah besar, maka hari ini pada pembukaan Pintu Suci ini saya menginginkan Roh Kudus membuka hati semua umat Roma,  membuat mereka melihat apa itu jalan keselamatan. Tidak ada kemewahan, ia bukan jalan kaya raya, ia bukan jalan kekuasaan, ia adalah jalan kerendahan hati. Orang-orang yang paling miskin, orang-orang sakit, orang-orang yang terpenjara ... Tetapi Yesus mengatakan lagi : jika orang-orang yang paling berdosa bertobat, mereka akan mendahului kita dalam Surga. Mereka memiliki kunci. Orang yang melakukan cinta kasih dan orang yang membiarkan dirinya dipeluk oleh kerahiman Tuhan. Hari ini kita membuka pintu ini dan kita memohon dua hal.

Pertama : agar Tuhan membuka pintu hati kita, pintu hati semua orang. Kita semua membutuhkan. Kita semua orang-orang berdosa. Kita semua butuh mendengarkan sabda Tuhan dan agar sabda Tuhan datang.

Kedua : agar Tuhan membuat kita memahami bahwa jalan kekayaan, jalan kesombongan dan jalan kebanggaan bukanlah jalan keselamatan. Semoga Tuhan membuat kita memahami bahwa belaian kebapaan-Nya, kerahiman-Nya, pengampunan-Nya adalah ketika kita mendekati mereka yang menderita, yang tercampakkan oleh masyarakat. Yesus ada di sana. Pintu ini adalah pintu cinta kasih, Pintu tempat begitu banyak orang, begitu banyak orang yang tercampakkan dibantu ... Semoga Ia membuat kita memahami bahwa akan ada baiknya juga jika setiap orang dari kita, setiap umat Roma merasa tercampakkan, dan agar kita merasakan perlunya bantuan Allah. Hari ini kita berdoa bagi Roma, bagi semua penduduk Roma, dimulai dengan saya, agar Tuhan sudi memberi kita rahmat untuk merasa tercampakkan karena kita tidak memiliki pahala. Ia sendiri yang memberi kita rahmat. Dan memiliki rahmat ini kita harus mendekati orang-orang miskin. Kita akan dihakimi berdasarkan kedatangan kita mendekati mereka.

Pada pembukaan Pintu ini semoga Tuhan memberikan rahmat itu kepada setiap penduduk Roma. Rangkulan Bapa kepada Putra yang terluka tetapi tempat orang yang terluka adalah Bapa. Tuhan terluka karena cinta. Semoga Ia memberi kita semua rahmat untuk saling merangkul ini.

 
sumber: http://pope-et-mass.blogspot.co.id

Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2016-2020

Gereja Keuskupan Agung Jakarta sebagai persekutuan dan gerakan umat Allah bercita-cita menjadi pembawa sukacita Injili dalam mewujudkan Kerajaan Allah yang Maha Rahim dengan mengamalkan Pancasila demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan.

Atas dorongan Roh Kudus, berlandaskan spiritualitas inkarnasi Yesus Kristus, serta semangat Gembala Baik dan Murah Hati, umat Keuskupan Agung Jakarta berupaya menyelenggarakan tata-pelayanan pastoral-evangelisasi agar semakin tangguh dalam iman, terlibat dalam persaudaraan inklusif, dan berbelarasa terhadap sesama dan lingkungan hidup.

Melalui tata-pelayanan pastoral-evangelisasi yang sinergis, dialogis, partisipatif dan transformatif, seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta berkomitmen untuk:

  1. Mengembangkan pastoral keluarga yang utuh dan terpadu.
  2. Meningkatkan kualitas pelayan pastoral dan kader awam.
  3. Meningkatkan katekese dan liturgi yang hidup dan memerdekakan.
  4. Meningkatkan belarasa melalui dialog dan kerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk mewujudkan masyarakat yang adil, toleran dan manusiawi khususnya untuk mereka yang miskin, menderita dan tersisih.
  5. Meningkatkan keterlibatan umat dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Semoga Allah Yang Maha Rahim, yang telah memulai pekerjaan baik dalam diri kita, berkenan menyempurnakannya dan Bunda Maria menyertai, menuntun serta meneguhkan upaya-upaya kita.

 
sumber: http://www.kaj.or.id

Hari Minggu Adven IV

  Sabtu, 19-Des-2015 Minggu, 20-Des-2015
Misa I Misa II Misa III
Koor Bunda Teresa 8 St. Padre Pio 2 Bunda Teresa 2 St. Thomas Aquino 5
Organis Bp. Antonius Bp. Untung Fidelis Ibu Linda
Tata Tertib/Kolektan St. Thomas Aquino 2 St. Konradus 4 St. Konradus 2 St. Konradus 3
Lektor Tias Bp. Yoseph Bp. Ronald Henny
Komentator Neti Antoneta Ibu Suharno Ibu Melly Heru
Prodiakon F.X. Rudy
Agus Budi
M. Martono
M. Yuswana
M. Regina
L. Pudjiastuti
V. Maria M.
Y. Suharno
I. Kasimo
Ana Maria D.V.
Edy Surianto
Eddy Supeno
B. Sri Utari
M. Regina
V. Maria M.
Agus Budi
M. Yuswana
B. Sri Utari
Penata Bunga St. Elisabeth 2

 

Misa Khusus

MISA NATAL 2015 DAN TAHUN BARU 2016

MISA MALAM NATAL

  Misa I
(pukul 16.00 wib)
Misa II
(pukul 19.30 wib)
Misa III
(pukul 22.00 wib)
Koor Wil. St. Konradus Wil. St. Thomas Aquino Ling. St. Antonius 7 & 8
Organis Bp. Untung Ibu Linda Sdr. Stephen/Sdri. Santi
Tata Tertib/Kolektan Wil. St. Paulus Wil. St. Bonaventura Wil. St. Antonius
Lektor Ibu Elias Bp. Utomo Santoso Bp. Ronald
Komentator Ibu Suharno Bp. Yoseph Ibu Angela Maureen

 
 

MISA NATAL

  Misa I
(pukul 07.00 wib)
Misa II
(pukul 16.00 wib)
Koor Misa Anak-Anak Wil. St. Padre Pio
Organis Sdr. Fidelis Bp. Anton/Ibu Linda
Tata Tertib/Kolektan Misa Anak-Anak Ling. Bunda Teresa 2,4,6
Lektor Ibu F. Tuti
Komentator Bp. Heru

 
 

MISA MALAM TAHUN BARU & MISA TAHUN BARU

  Misa Malam Tahun Baru
(pukul 18.00 wib)
Misa Tahun Baru
(pukul 16.00 wib)
Koor Wil. St. Bonaventura Wil. Bunda Teresa
Organis Bp. Anton Sdr. Anton
Tata Tertib/Kolektan Wil. St. Konradus Wil. St. Padre Pio
Lektor Ibu Suryo Sdri. Stefani Maria
Komentator Sdri. Anastasia Sdri. Rita

 
 

Hari Minggu Adven II

  Sabtu, 05 Desember 2015 Minggu, 06 Desember 2015
Misa I Misa II Misa III
Koor St. Padre Pio 1 Bunda Teresa 1 St. Elisabeth 2 Bunda Teresa 6
Organis Ibu Linda Petra D. Bp. Untung Antonius
Tata Tertib/Kolektan St. Bonaventura 5 St. Elisabeth 1 Wanita Paroki St. Thomas Aquino 2
Lektor Ibu Suryo Sinta Tias Bp. Lego Sriyono
Komentator Bonfilia Titis Ibu Widiyanto Ibu Yosep Orong Purwanti
Prodiakon M. Regina Ratna
L. Pujiastuti
JP. Siboro
A. Sudiyono
Y. Suharno
I. Kasimo
Ana Maria DV
Eddy Supeno
B. Sri Utari
Edy Surianto
M. Lamiyono
H. Teguh
Aloysius Heru
Agus Budi
Martinus M.
M. Yuswana
Fl. Muji PS
F. Suharto
Penata Bunga St. Antonius 8

 

Surat Keluarga Oktober 2015

Manusia Rohani Karena Allah Menyertai

Keluarga Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih,

Memasuki bulan Oktober, bulan Rosario, pasti disertai dengan suatu devosi khusus kepada Bunda Maria, Sang Ratu Rosario. Kita diajak untuk bertekun dalam doa, terutama untuk memohon agar Tuhan selalu menyertai kita dan seluruh keluarga kita. Bulan Rosario mempunyai nuansa doa sendiri, khususnya berkaitan dengan pribadi Bunda Maria yang merebut hati sebagian besar orang Katolik untuk meneladan hidup beriman seperti dia.

"Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu" (bdk. Luk. 1:38). Kalimat terkenal ini bahkan telah menginspirasi banyak orang untuk menembus batas kemanusiawian dan keterbatasan kehendak orang agar sampai ke kehendak Allah dalam hidupnya. Jika Maria bisa, maka kita juga bisa, jika beriman seperti dia. Tetapi bagaimana beriman seperti itu?

Dunia di sekitar keluarga kita, termasuk pergaulan dan media masa mengajak kita untuk semakin manusiawi. Kita diajak untuk sadar diri sebagai manusia saja. Semua seminar dan majalan motivasi mengarahkan orang pada kehendak sendiri dan melepaskan diri dari beban yang di luar kemampuan kita. Bahkan, orang terbatas pada kehendak dan kesenangannya sendiri saja. Orang berhenti pada keterbatasan yang belum optimal; mandeg ketangguhan dan ketabahannya; berhenti berusaha menjadi suci, menjadi baik, hanya karena ia “manusia biasa”.

Begitu mudah kita mengatakan, “Namanya juga manusia…” atau “Maklumlah, manusia kan ada batasnya..”. mengapa kita melupakan suatu kenyataan lain bahwa kita juga adalah makhluk spiritual. Kita dapat menemukan dunia yang lain di luar yang serba terbatas ini. Kita bisa bermimpi dan mewujudkannya! Kita dapat membayangkan sesuatu yang sebelumnya hanyalah sesuatu yang mustahil. Sekarang semua yang kita peroleh adalah dari orang-orang yang tidak berhenti pada kekurangan dan keterbatasannya.

Dalam hal hidup rohani, Maria telah menjadi suatu cara hidup alternatif. Dalam pengalaman hidupnya, Maria penuh dengan masalah, penuh dengan situasi berat, penuh tanggungjawab yang dia sendiri tidak memahaminya. Tetapi perkataan Maria adalah suatu iman yang mengatasi keterbatasan. Ia percaya Allah menyertai. Ia menghidupkan kemanusiaannya justru dari keyakinannya bahwa ia bisa melakukan dan mengatasi karena Allah menyertainya.

Betapa agung pikiran seperti ini. Manusia yang tangguh menyadari bahwa ia juga ciptaan yang rohani. “kamu bukan dari dunia ini..” (bdk. Yoh.15:19). Kalimat ini jelas bahwa kita dapat melampaui batas, jika kita mengandalkan Tuhan. Kita dapat mengandalkan Allah, karena kekuatan-Nya tanpa batas. Kita tidak perlu dihantui batas, karena kita mempunyai Allah yang mahakuat. Maria sanggup melampaui kekuatannya sebagai manusia biasa, karena ia mengembangkan kenyataan dirinya sebagai manusia rohani juga.

Kita dapat menjadi frustasi mengatasi masalah kita. Kita juga bisa menjadi takut menghadapi masa depan, karena kita merasa tidak sanggup lagi dan penuh dengan kekecewaan. Kita merasa harapan jadi begitu sulit. Hidup yang tanpa harapan menjadi beban dan tidak menyenangkan. Kita jadi seperti menghadapi masalah sendirian. Maka kadang kita dilanda keputusasaan dan menyalahkan Tuhan yang dianggap menjadi penyebab kegagalan.

Keluarga keluarga Kristiani yang dipanggil untuk saling memberkati, tidak jatuh dalam keputusasaan. Mereka tidak akan berhenti dikuatkan. Para suami tidak putus asa menghadapi beban pekerjaan dan kesulitan berelasi lalu berhenti berusaha. Mereka yang percaya akan terus mengusahakan, meskipun merasa lelah, berat, tetapi baginya “pintu terasa selalu dibukakan”. Seorang pengikut Kristus tidak dibatasi oleh kekurangan dan kemanusiaannya, melainkan dikuatkan untuk menghadapi dengan penuh kesanggupan dan iman.

Saya juga berdoa, semoga para ibu dan isteri menghormati kemanusiaannya dengan menguasahakan hidup rohani yang lebih kuat, sehingga ia dapat menjadi terang bagi seluruh keluarga. Seorang perempuan beriman akan lebih mudah menangkap kehendak Tuhan dan dengan tekun melaksanakannya.

Kerapuhan rumah tangga juga diakibatkan kurangnya perhatian pada hidup rohani. Tips dan lifestyle masa kini tidak mengarahkan orang pada kekuatan rohani, melainkan pada kekuatan kehendak sendiri. Kehendak Tuhan diabaikan, padahal hanya itu yang dapat membuat manusia mengalami kebahagiaan yang sejati. Kita sering menyebut “mengikuti kehendak Tuhan” dalam doa-doa kita, tetapi sebenarnya yang kita ikuti hanyalah kehendak kita sendiri.

Mari bersukaria bersama Maria. Mari mengingat teladannya. Ia tidak putus asa dan tangguh luar biasa. Ia manusia seperti kita, tetapi sangat menghormati Tuhan, sehingga Tuhan “jatuh hati” kepadanya. Mari kita merayu diri sendiri ketika kita malas berdoa, malas ke Gereja, atau malas berkumpul bersama teman dan sahabat kita yang hidupnya baik dan penuh iman. Mari kita bangun suatu hidup yang berkembang secara jasmani dan rohani.

Katakan tidak untuk godaan meninggalkan pasangan, menceraikan pasangan, menyakiti anak-anak, atau putus asa. Katakan bahwa “Aku anak Tuhan” yang paling dikasihi oleh Tuhan. Aku tidak mau kalah dengan dunia ini. Aku mau mengalahkan diriku dan dunia sekitarku, menjadi teladan bagi banyak orang yang kehilangan harapan, dan mengajak siapapun menjadi akrab dengan Allah dalam hidup sehari-hari. Semoga keakraban dengan Tuhan ini membuat kita tabah dan kuat menghadapi segala peristiwa hidup yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita.

Amin.

Tuhan memberkati,

 

Rm. Alexander Erwin Santoso MSF

 

Pages