Perayaan Wajib Ekaristi dan Upacara Bendera Hari Kemerdekaan RI ke-71

 
Keuskupan Agung Jakarta hendak mengekspresikan ARDAS KAJ Tahun 1 ini dengan ikut ambil bagian sebagai Gereja Katolik Indonesia. Untuk itu bersama ini kami hendak mengajak seluruh umat KAJ mensyukuri dan memaknai hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus dengan menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Kemerdekaan. Perayaan Ekaristi Kemerdekaan ini merupakan salah satu Hari Raya Wajib dalam Kalender Liturgi (warna liturgi putih).

Rangkaian kegiatan lain yang bersifat mendorong dan mengajak umat dalam syukur dan penghayatannya dapat diselenggarakan sesuai keadaan paroki masing-masing. Beberapa hal sederhana yang dapat diselenggarakan antara lain:

  1. Aubade (membangkitkan semangat kebangsaan melalui bernyanyi bersama lagu-lagu wajib nasional yang dimotori oleh gabungan paduan suara)
  2. Rangkaian kegiatan lain yang dapat melibatkan umat serta masyarakat sekitar sebanyak-banyaknya (lomba 17-an, kerja bakti, dsb)

Bentuk perayaan apapun yang diselenggarakan penting untuk mendorong semangat bersyukur dan memaknai nilai-nilai kemerdekaan dan kebangsaan umat khususnya dalam Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah yang Memerdekakan ini.

Perayaan Ekaristi dan Upacara Bendera dengan seluruh pemaknaannya bersifat wajib untuk diselenggarakan. Sedangkan legiatan lain bersifat opsional sesuai dengan kebutuhan paroki masing-masing. Apabila paroki sudah mempersiapkan kegiatan lain, maka paroki tetap dapat melanjutkannya namun tetap diperhatikan pemaknaannya dalam Tahun Kerahiman Allah yang Memerdekakan.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

 
NB:
PERANGKAT UPACARA BENDERA DI PAROKI (17 AGUSTUS 2016, 06.00 - 10.00 WIB):

  • Dewan Paroki Harian
  • Kelompok Paduan Suara Nasional (Aubade)
  • Perwakilan Lingkungan/Wilayah
  • Ketua RT/RW dan pengurusnya
  • Umat dan msayarakat umum lintas agama yang diundang khusus
  • Panitia pelaksana
  • Petugas upacara: Inspektur upacara, Komandan upacara, Paskibra, dsb
  • Peralatan sound system, dsb

 

Surat Keluarga Juli 2016

 
Keluarga-keluarga Katolik terkasih, semoga Anda sekeluarga mengalami kasih karunai Allah bersama seluruh keluarga di masa kebersamaan ini. Semoga saat istimewa ini kita pakai bersama untuk membangun quality time yang rohani. Persatuan dalam keluarga jika disempurnakan dengan doa bersama akan menjadi relasi spiritual berkualitas antar anggota keluarga.
 

Kehadiran Biara Rubiah OCD di Samadi

 
Dalam perjalanan sejarahnya Gereja Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) diberkati dan diperkaya dengan kehadiran para Imam, Biarawan dan Biarawati dari aneka Tarekat Religius serta pertumbuhan umat yang menggembirakan. Hingga saat ini KAJ dilayani oleh para imam Diosesan, 20 tarekat Imam, 42 tarekat suster dan 2 tarekat Bruder. Sungguh indah dan istimewa bahwa menjelang peringatan 210 tahun Gereja KAJ, Tuhan melengkapi dengan kehadiran Tarekat Suster Kontemplatif OCD (Ordo Carmelitarium Discalceatorum) untuk pertama kalinya di KAJ. Mereka hadir sebagai pendoa dan pertapa bagi Gereja, khususnya KAJ.

 

Anugerah Indulgensi oleh Gereja pada Tahun Kerahiman Allah

 
Apa dan bagaimana itu indulgensi? Menurut Kanon 922, Indulgensi adalah penghapusan dari hukuman-hukuman sementara atas dosa untuk orang beriman Kristiani yang berdisposisi baik serta memenuhi syarat tertentu. Dalam Tahun Yubileum Kerahiman Allah ini, syarat untuk memperoleh indulgensi penuh adalah menerima sakramen tobat, berziarah dan mengikuti Novena yang ditetapkan oleh Gereja. Sedangkan indulgensi sebagian diperoleh ketika salah satu dari syarat itu tidak dapat dipenuhi.
 

Wejangan Paus Fransiskus: 18 Juni 2016

 
Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri beberapa kali kepada para murid sebelum naik ke kemuliaan Bapa. Perikop Injil yang baru saja kita dengar (Luk 24:45-48) menceritakan tentang salah satu penampakan ini, yang di dalamnya Tuhan menunjukkan muatan dasariah pesan yang akan ditawarkan para rasul kepada dunia. Kita dapat memadukannya dengan dua kata: "pertobatan" dan "pengampunan dosa". Ini adalah dua aspek yang bermutu dari kerahiman Allah, yang memedulikan kita dalam kasih. Hari ini kita akan membahas pertobatan.
 

Akwila dan Priskila: Sepasang Suami Istri yang menjadi Santo dan Santa

 
Ada banyak nama dalam Kitab Suci. Dengan mengenal pribadi-pribadi mereka, kita dapat belajar banyak mengenai hidup beriman. Kali ini akan diperkenalkan sepasang suami-istri yang bernama Akwila (Aquila) dan Priskila (Priscila).
 

Renungan Rabu, 15 Juni 2016: Tiga Pilar

 
Pekan Biasa XI; 2Raj 2,1.6-14; Mzm 31; Mat 6,1-6.16-18

TIGA tindak keagamaan yang disebut dalam bacaan hari ini, yaitu doa, puasa, serta sedekah, merupakan tiga pilar yang menjadi pilar kehidupan keagamaan bagi orang Yahudi, dan juga orang Kristen. Tuhan mengingatkan agar kewajiban keagamaan itu tidak dilaksanakan di depan orang supaya dilihat mereka.

Pelaksanaan suatu tindak keagamaan seperti ini mempunyai dimensi lahiriah yang tentu saja disaksikan banyak orang. Dimensi kelihatan ini seringkali menjadi dasar paling mudah untuk menilai kesalehan seseorang. Kalau tiap hari kita melihat seseorang berlutut di depan Bunda Maria di samping gereja, kita cenderung berpikir dan menilai bahwa orang tersebut orang yang saleh. Walaupun kita sangat sadar bahwa yang di luar, yang kelihatan itu belum tentu mencerminkan yang ada di dalam, yang tidak kelihatan. Dalam situasi tertentu, kita mungkin dengan sengaja pernah atau bahkan sering, memanfaatkan dimensi kelihatan ini untuk memberikan kesan baik kepada orang lain.

Lalu? Dimensi kelihatan ini tentu saja tidak bisa dibuang begitu saja. Hidup batin kita juga membutuhkan pengungkapan yang kelihatan. Yang penting adalah menyadari bahwa kita diajak terutama untuk memperhatikan dimensi yang di dalam.

 
 
Romo V. Indra Sanjaya
 

Tags: 

Pages