Petugas Liturgi Tri Hari Suci 2016

KAMIS PUTIH (24 Maret 2016)

  Misa I
17.00 wib
Misa II
20.00 wib
Koor Wilayah St. Bonaventura Wilayah St. Konradus
Organis Antonius Untung
Lektor I Ibu Rita Yoseph
Lektor II Anton H. Ronald
Komentator Ibu Purwanti Ibu Suryo
Tata Tertib/Kolektan Lingkungan Bunda Teresa 3, 5, 7, 8 Lingkungan St. Thomas Aquino 4, 5, 6

 

JUMAT AGUNG (25 Maret 2016)

  Misa I
14.00 wib
Misa II
17.00 wib
Koor Lingkungan St. Elisabeth 1, 2, 3 Lingkungan St. Antonius 3, 5, 7, 8
Organis Linda Stephen
Lektor I Ibu Neti Bp. Lego Sriyono
Lektor II Ibu Anastasia Sinta
Komentator Angela Maureen Fanny
Tata Tertib/Kolektan Lingkungan St. Padre Pio 1, 2, 3, 4 Lingkungan St. Antonius 1, 2

 

MALAM PASKAH (26 Maret 2016)

  Misa I
17.00 wib
Misa II
20.00 wib
Koor Lingkungan Bunda Teresa 1, 2, 4, 6 Koor Paroki
Organis Linda Dian
Lektor I Wulan Yoseph
Lektor II Ronald Helni Tanti
Komentator Ibu Suharno Utomo Santosa
Tata Tertib/Kolektan Wilayah St. Bonaventura Lingkungan St. Konradus 1, 2, 3

 

MINGGU PASKAH (27 Maret 2016)

  Misa I
07.00 wib
Misa II
16.00 wib
Koor Clara Choir Komunitas Suster Odelia
Organis Stephen Linda
Lektor I Ibu Melly Ibu Rachmawati
Komentator Erni Ibu Elias
Tata Tertib/Kolektan Lingkungan Bunda Teresa 1, 2 Lingkungan St. Thomas Aquino 1, 2

 

Kunjungan Pastoral Lingkungan, Hari Minggu Prapaskah V

Hari/Tanggal P. Raymundus
Sianipar, OFM Cap.
P. Hugolinus
Malau, OFM Cap.
P. Togu
Nestor, OFM Cap.
P. Anselmus
Haloho, OFM Cap.
Selasa/15-Mar Ling. St. Bonaventura 1 Ling. St. Bonaventura 5 - - - Ling. St. Bonaventura 3
Rabu/16-Mar Ling. St. Bonaventura 2 Ling. St. Antonius 6 Ling. St. Antonius 3 - - -
Kamis/17-Mar Ling. St. Antonius 5 Ling. St. Antonius 8 - - - Ling. St. Antonius 7
Jumat/18-Mar Ling. St. Padre Pio 4 Wilayah St. Paulus

 

Catatan:

  1. Bila ada lingkungan yang ingin menukar jadwal, silahkan menghubungi lingkungan lain yang bersangkutan dan mohon dikonfirmasi kepada Pastor.
  2. Diharapkan tidak ada Misa di lingkungan pada hari Sabtu dan Minggu. Misa hanya dilaksanakan di Gereja, kecuali Misa Pemberkatan Jenazah (Requiem).
  3. Harap kunjungan pastoral bisa dikoordinasi ulang ke Pastoran sehari sebelum harinya.

 

Hari Minggu Prapaskah V, 12-13 Maret 2016

Kapel Wisma Asri

  Sabtu, 12-Mar-2016 Minggu, 13-Mar-2016
Misa I Misa II Misa III
Koor St. Elisabeth 1 St. Antonius 1 St. Antonius 7 Bunda Teresa 7
Organis Petri Linda Stephen Antonius
Lektor B. Rachmawati Neti Antoneta Yuliana Agnes Veronika W.
Komentator Helni Tanti Ibu Suharno Rita Ibu Suryo
Tata Tertib/Kolektan Bunda Teresa 9 St. Padre Pio 1 St. Padre Pio 2 St. Konradus 2
Prodiakon - - - - - - - - - - - -
Penata Bunga Lingkungan St. Padre Pio 3
Saran Nyanyian PS 486, 487, 598, 599, 601, 606, 830, 965

 

Kunjungan Pastoral Lingkungan, Hari Minggu Prapaskah I

Hari/Tanggal P. Raymundus
Sianipar, OFM Cap.
P. Hugolinus
Malau, OFM Cap.
P. Togu
Nestor, OFM Cap.
P. Anselmus
Haloho, OFM Cap.
Selasa/16-Feb Ling. St. Thomas Aquino 1 Ling. St. Thomas Aquino 2 - - - - - -
Rabu/17-Feb Ling. St. Thomas Aquino 5 Ling. St. Thomas Aquino 3 Ling. St. Thomas Aquino 4 - - -
Kamis/18-Feb Ling. St. Konradus 3 Ling. St. Konradus 4 - - - - - -
Jumat/19-Feb - - - Ling. St. Konradus 1 - - - - - -

 

Catatan:

  1. Bila ada lingkungan yang ingin menukar jadwal, silahkan menghubungi lingkungan lain yang bersangkutan dan mohon dikonfirmasi kepada Pastor.
  2. Diharapkan tidak ada Misa di lingkungan pada hari Sabtu dan Minggu. Misa hanya dilaksanakan di Gereja, kecuali Misa Pemberkatan Jenazah (Requiem).
  3. Harap kunjungan pastoral bisa dikoordinasi ulang ke Pastoran sehari sebelum harinya.

 

Hari Minggu Prapaskah II, 20-21 Februari 2016

Kapel Wisma Asri

  Sabtu, 20-Feb-2016 Minggu, 21-Feb-2016
Misa I Misa II Misa III
Koor St. Antonius 3 Bunda Teresa 6 St. Konradus 1 St. Konradus 3
Organis Untung Fidelis Antonius Linda
Lektor Titis Rita Helni Tanti Chandrawati
Komentator Ibu Elias Yoseph Utomo Heru
Tata Tertib/Kolektan St. Antonius 2 St. Antonius 5 St. Padre Pio 3 St. Padre Pio 4
Prodiakon Maria Regina R.
Lucia Pudjiastuti
V. Maria Meyer
FX. Rudy H.
JP. Siboro
Y. Suharno
I. Kasimo
Ana Maria DV.
Edy Surianto
Eddy Supeno
B. Sri Utari
M. Lamiyono
Fl. Muji PS
A. Sudiyono
F. Suharto
H. Teguh
A. Heru
Penata Bunga Lingkungan St. Bonaventura 6
Saran Nyanyian PS 480, 483, 539, 543, 544, 652, 801, 965

 

Peraturan Pantang dan Puasa 2016

PERATURAN PANTANG DAN PUASA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA TAHUN 2016

 
"Kerahiman Allah Memerdekakan"
 

Masa Prapaskah/Waktu Puasa Tahun 2016 dimulai pada hari Rabu Abu, 10 Februari sampai dengan hari Sabtu, 26 Maret 2016.

"Semua orang beriman kristiani menurut cara masing-masing wajib melakukan tobat demi hukum ilahi' (KHK k.1249). Dalam masa tobat ini Gereja mengajak umatnya "secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang" (ibid). Semua orang beriman diajak untuk merefleksikan pengalaman hidup dan mengadakan pembaharuan untuk semakin setia sebagai murid Yesus.

Dalam rangka pertobatan dan pembaharuan hidup beriman, Gereja mengajak kita semua untuk mewujudkannya, terutama dalam masa prapaskah ini dengan memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut ini:

Dalam Masa Prapaskah kita diwajibkan:

  • Berpantang dan berpuasa pada hari Rabu, 10 Februari 2016 dan hari Jumat Suci, 25 Maret 2016. Pada hari Jumat lainnya dalam Masa Prapaskah hanya berpantang saja.
  • Yang diwajibkan berpuasa menurut Hukum Gereja yang baru adalah semua yang sudah dewasa sampai awal tahun ke enam puluh (KHK k.1252). Yang disebut dewasa adalah orang yang genap berumur delapanbelas tahun (KHK k. 97 §1).
  • Puasa artinya: makan kenyang satu kali sehari
  • Yang diwajibkan berpantang: semua yang sudah berumur 14 tahun ke atas (KHK k.1252).
  • Pantang yang dimaksud di sini: tiap keluarga atau kelompok atau perorangan memilih dan menentukan sendiri, misalnya: pantang daging, pantang garam, pantang jajan, pantang rokok.
  • Dalam rangka mewujudkan pertobatan ekologis, kita diajak untuk ambil bagian dalam gerakan pantang plastik dan styrofoam.

Untuk memaknai masa prapaskah ini marilah kita mengusahakan orientasi dan perilaku yang membuat kita semakin bersyukur dan mewujudkannya dalam sikap peduli kepada sesama. Kita usahakan agar suasana tobat dan syukur mewarnai masa penuh rahmat ini.

Semoga dengan menjalani masa prapaskah ini, iman kita semakin diteguhkan. Kita percaya dengan-Nya persaudaraan kita akan semakin diakrabkan dan pada gilirannya kita semakin berbelarasa terhadap saudara-saudara kita yang menderita.

 

Jakarta, 21 Januari 2016
 
 
Ignatius Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta

 

Surat Gembala Prapaskah 2016


"KERAHIMAN ALLAH MEMERDEKAKAN"

    Para Ibu dan Bapak, Suster, Bruder, Frater, Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,

  1. Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada hari Senin, 8 Februari 2016 yang akan datang, kepada Ibu/Bapak, Saudari/saudara yang merayakannya. Kita semua tahu, Tahun Baru Imlek pada mulanya berkaitan dengan syukur para petani atas datangnya musim semi, musim yang menjadi lambang munculnya kehidupan baru setelah musim dingin yang beku. Kalau pun tidak semua kita merayakannya, bolehlah kita semua ikut masuk ke dalam suasana sukacita dan syukur atas berseminya kehidupan baru dan harapan baru.
     
  2. Sementara itu bersama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu 10 Februari 2016 yang akan datang, kita akan memasuki masa Prapaskah. Kita semua tahu bahwa Prapaskah adalah masa penuh rahmat. Selama masa Prapaskah ini kita diajak untuk bersama-sama, secara khusus, mengolah pengalaman-pengalaman dan mengusahakan pembaharuan hidup agar dapat semakin mantab dan setia mengikuti Yesus Kristus masuk ke dalam sengsara dan wafat-Nya dan selanjutnya ikut bangkit bersama Dia.
     
    Masa Prapaskah tahun ini terasa istimewa karena kita jalani dalam Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah. Untuk kepentingan masa Prapaskah tahun ini, oleh Dewan Karya Pastoral sudah disediakan berbagai sarana pendalaman iman dengan tema “Kerahiman Allah Yang Memerdekakan”. Semoga bahan-bahan yang sudah disediakan ini, dapat membantu seluruh umat untuk membuat masa Prapaskah semakin bermakna dan berbuah. Selain itu panduan gerakan rohani Keuskupan Agung Jakarta dalam rangka menyambut Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah juga dapat sangat membantu membuat masa Prapaskah ini menjadi masa yang penuh rahmat.
     
  3. Saudari/saudaraku yang terkasih,

  4. Untuk memperdalam renungan kita mengenai tema masa Prapaska ini, saya tawarkan butir-butir gagasan yang dapat kita gali dari sabda Tuhan yang dibacakan pada hari ini.
     
    1. Kisah panggilan Simon yang dibacakan pada hari ini (Luk 5:1-11) memberikan kepada kita contoh bagaimana kita dapat mengalami kerahiman Allah yang menjadikan kita pribadi-pribadi yang merdeka. Kisah ini sendiri merupakan ringkasan atau bahkan kesimpulan dari kisah panjang hidup Simon yang diceritakan sepanjang Injil Lukas. Pelan-pelan, tahap demi tahap Simon dibimbing untuk melepaskan diri dari cara berpikirnya sendiri yang membelenggu dan akhirnya dibawa masuk ke dalam pengalaman akan kerahiman Allah. Pengalaman ini menjadikannya pribadi yang baru, yang tercermin dalam perubahan nama : dari Simon (ay 3.4) menjadi Simon Petrus (ay 8).
       
      Kerahiman itu tercermin dalam diri Yesus Tuhan yang mengatakan kepadanya, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan” (ay 4). Kata-kata itu diucapkan setelah Simon merasa sangat lelah dan kecewa karena sepanjang malam dia dan teman-temannya bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa. Kerahiman itu juga jelas ketika Yesus Tuhan berkata kepadanya, “Jangan takut mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia”. Kata-kata ini diucapkan oleh Yesus ketika Simon Petrus merasa dirinya tidak pantas berada di hadapan Tuhan karena dirinya adalah orang berdosa.
       
      Dalam kisah lain yang menceritakan pertobatan Petrus, kerahiman Tuhan itu dialami oleh Petrus, ketika “Tuhan berpaling dan memandang Petrus” (bdk Luk 22:61) – ungkapan pengalaman yang tidak dapat dijelaskan, hanya dapat dikontemplasikan dalam doa yang hening. Dengan pengalaman itu tanggal-lah semua dari masa lampau yang membelenggu dan membebaninya. Sejak saat itu Simon Petrus menjadi pribadi yang lepas bebas dan merdeka. Bukan lepas bebas dari tanggungjawab, melainkan merdeka untuk “meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus” (Luk 5:11) ke mana pun panggilan akan membawanya.
       
    2. Rasul Paulus dan Nabi Yesaya sebagaimana kisahnya kita dengarkan pada hari ini, pada dasarnya mempunyai pengalaman yang serupa. Rasul Paulus menyatakan, “Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, dan tak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi berkat kasih karunia Allah aku menjadi sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidaklah sia-sia” (1 Kor 15:9-10). Kasih karunia Allah membebaskan Rasul Paulus dari perasaan rendah diri dan hina, menjadikannya pribadi yang merdeka untuk memberitakan kerahiman Allah dalam waktu yang baik maupun tidak baik (bdk 2 Tim 4:2). Demikian juga Nabi Yesaya : berkat pengalaman yang serupa ia menjadi pribadi yang merdeka menerima perutusan Tuhan.
       
    3. Pengalaman yang sama ditawarkan kepada kita juga. Dengan bantuan rahmat khusus pada masa Prapaskah ini dan dengan mengusahakan berbagai laku rohani, kita juga akan mengalami pandangan Tuhan Yesus yang adalah wajah kerahiman Allah - “Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya” (Kel 34:6). Pengalaman akan kerahiman Allah ini akan menjadikan kita pribadi-pribadi yang lepas bebas dan merdeka - dalam arti seluas-luasnya.
       
  5. Saudari/saudaraku yang terkasih,

  6. Selain belajar dari Sabda Tuhan, kita juga dapat belajar dari pengalaman pribadi Paus Fransiskus yang sejak diangkat menjadi Uskup mempunyai semboyan “miserando atque eligendo”. Semboyan itu berarti “dengan penuh kerahiman Ia memilih aku”. Pengalaman akan kerahiman Allah ini begitu mendalam dirasakan ketika ia berusia tujuh belas tahun. Atas dasar pengalaman itu ia memutuskan untuk hidup mengikuti teladan Santo Ignatius dari Loyola.
     
    Pengalaman akan kerahiman Allah ini pula yang mendorong beliau sebagai Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, untuk mengadakan pembaharuan-pembaharuan di dalam Gereja Katolik, yang kadang-kadang mencengangkan. Misalnya, Paus menyatakan bahwa “Ekaristi, betapa pun dalam dirinya sendiri adalah kepenuhan hidup sakramental, bukanlah suatu hadiah bagi mereka yang sempurna, melainkan obat penuh daya dan santapan bagi yang lemah. Keyakinan ini memiliki konsekuensi pastoral yang perlu disadari dengan bijaksana dan berani” (EG 47). Atas dasar pengalaman yang sama Paus dengan lantang menolak sistem ekonomi yang menguasai dan meminggirkan, bukan yang melayani kebaikan bersama. Atas dasar pengalaman yang sama pula Paus menyerukan pertobatan ekologis dalam rangka memelihara bumi ini sebagai rumah kita bersama. Dengan demikian jelaslah bahwa pengalaman akan kerahiman Allah yang memerdekakan, mempunyai jangkauan pengaruh yang amat luas.
     
  7. Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta menawarkan tema “Kerahiman Allah Yang Memerdekakan” sebagai ajakan untuk pertama-tama memahami secara lebih dalam arti kerahiman Allah. Selanjutnya tentu diharapkan agar pemahaman yang lebih mendalam ini membantu kita semua untuk mengalami kerahiman Allah secara pribadi. Pengalaman seperti ini dapat kita rasakan dalam hidup kita sehari-hari khususnya pada waktu kita jatuh dan diangkat kembali oleh Allah yang kasih setia-Nya tanpa batas; pada waktu kita sadar akan dosa, kelemahan dan kesalahan kita dan menerima belas kasih pengampunan Tuhan maupun maaf dari sesama. Ini kita alami secara istimewa dalam Sakramen Rekonsiliasi.
     
    Mari kita jalani hidup kita sebagai orang beriman dalam semangat saling mengampuni. Semoga kita dijauhkan dari sikap menghakimi dan menghukum. Semoga kita semua, murid-murid Yesus di Keuskupan Agung Jakarta siap mencari jalan-jalan baru untuk mengalami, mensyukuri dan selanjutnya mewartakan serta mewujudkan kerahiman Allah “dengan keberanian rasuli, kerendahan hati Injili dan doa yang tekun”.
     

Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda semua, keluarga-keluarga dan komunitas Anda.

 
Selamat memasuki masa Prapaskah
I. Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta

 

Surat Keluarga Januari 2016

SELAMAT TAHUN 2016 DAN DIBARUI

Keluarga-keluarga yang diberkati Tuhan, memasuki tahun yang berangka lebih banyak berarti memasuki suatu pengalaman baru yang akan memperkaya kita dengan tawa, perjuangan, pertanyaan, kelegaan, dan persoalan baru. Kita ingin menghadapi semua itu dalam iman. Kita ingin agar tahun ini, seluruh keluarga semakin beriman dan mengalami "Allah yang menyertai" (bdk. Mat 1:23).

Kita tidak sedang berhadapan dengan tantangan baru, tantangan yang lama masih akan bersama kita dan menantang untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Proyek-proyek digital selalu makin canggih dan menggoda, sajian media masih akan membumbui hidup keluarga dengan alternatif informasi yang bisa membawa keluarga ke arah yang sulit diperkirakan. Ada yang baik, tetapi tidak sedikit yang membelokkan arah kita untuk hidup normal bersama keluarga.

Kadang-kadang ajakan untuk mendekati Tuhan menjadi suatu ancaman. Seorang Bapak mengatakan kepada saya, “Ikut Tuhan memang ideal, tetapi hidup jadi lebih sulit dan terbatas, mau apa-apa jadi nggak berani.” Saya merenung, apakah ini memang yang dipikirkan ketika orang mau beriman lebih dalam? Begitu dalamnyakan ketakutan kita di dunia ini, sehingga benarlah perkataan Yesus, “..lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

Orangtua yang dipenuhi impian impian kejayaan masa depan barangkali adalah orangtua yang paling terkenal saat ini. Orangtua yang mendorong anak-anaknya untuk les lebih banyak barangkali juga yang paling merasa bertanggungjawab sekarang ini. Tetapi sebenarnya yang paling dibutuhkan anak-anak adalah kedekatan dan bimbingan pribadi orangtua kepada anak-anaknya. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita “dididik” terus oleh lingkungan dan media.

Banyak masalah dimulai dari keringnya relasi di dalam keluarga. Tetapi keluarga-keluarga yang menganggap makan bersama dan merayakan ekaristi bersama dapat dijamin berkurang permasalahannya. Kebersamaan itu meneguhkan. Kebersamaan membuat keluarga semakin imun/kebal pada serangan dari luar yang selalu tak terduga datangnya.

Saya sering mendengarkan sharing anak muda dan remaja dalam konseling. Pengalaman berteman dan pengalaman seksual yang dapat dikatakan tak wajar pun sering membuat saya kaget. Tetapi saya justru kuatir suatu ketika hal ini menjadi sesuatu yang “lumrah” karena dilakukan oleh banyak orang. Sangat menegangkan membaca kenakalan remaja dalam penggunaan narkoba.

Saya mendapat sharing dari seorang pria 20 tahun yang sudah 6 tahun merokok dan 4 tahun mengkonsumsi narkoba. Bayangkan, pada usia berapa ia mulai mencandunya! Kecanduan internet dan pornografi makin tidak terdeteksi juga, karena ini pelarian yang murah meriah tetapi mencandu dan merusak jiwa.

Masih amat banyak anak-anak yang sangat baik dan berprestasi. Anak-anak kita yang membanggakan juga banyak sekali. Gereja amat gembira menyaksikan keberhasilan remaja dan OMK yang berprestasi dan aktif dalam bidang-bidang kemanusiaan dan sosial. Kita sering melihat peran orangtua sangat mempengaruhi, paling tidak mereka menerapkan disiplin, hidup doa, atau hidup bersama yang baik.

Kepasutrian kita lah jawabannya! Baru saja kita melewati masa Natal. Masih terasa gema perayaan Natal dan pesta Keluarga Kudus. Yosef dan Maria selalu menjadi contoh nyata bagaimana menjadi orangtua yang bertanggungjawab. Mereka bukanlah orang-orang yang kuatir akan masa depan, karena meletakkan masa depan itu kepada Allah Bapa bersama Yesus dan dalam bimbingan Roh Kudus. Pesan singkat saya, baik-baiklah dengan pasangan Anda.

Hidup akan menjadi lebih ringan jika kita menurunkan ambisi. Buah buah Roh masih akan terus dibutuhkan selamanya, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kelemahlembutan, penguasaan diri, kasih, kemurahan, kebaikan dan kesetiaan (bdk. Gal.5:22). Menerapkannya adalah suatu hal yang mudah jika kita menempel pada Tuhan. Kita perlu lebih banyak berdoa, lebih aktif mengikuti perayaan ekaristi, lebih giat bekerja, dan lebih banyak bertemu keluarga.

Persiapkanlah hidup berkeluarga anak-anak kita. selama 2016 ini, Keuskupan Agung Jakarta masih akan membantu mempersiapkan calon menikah dengan lebih serius. DISCOVERY PROGRAM masih akan terus disebarluaskan, karena terbukti membantu mempersiapkan pasangan calon menikah. Setelah menjadi orangtua, kita masih terus perlu informasi terkini melalui persekutuan dalam Gereja, mulai dari lingkungan sampai keuskupan.

Mari terus mengerjakan keselamatan! Santo Paulus menginspirasi kita dengan seruan yang menyemangati, “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,..” (Flp.2:12).

Jangan menunggu besok, sebab esok akan ada ceritanya sendiri (Bdk. Mat.6:34). Kita buat yang terbaik untuk hari ini dan besok akan menjadi hadiah yang lebih indah buat kita dan keluarga. SELAMAT TAHUN BARU 2016. TUHAN MEMBERKATI KELUARGA KITA SEMUA.

 
 
Salam dan doa saya,
Rm. Alexander Erwin MSF

 

Pages