Wejangan Paus Fransiskus: 18 Juni 2016

 
Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri beberapa kali kepada para murid sebelum naik ke kemuliaan Bapa. Perikop Injil yang baru saja kita dengar (Luk 24:45-48) menceritakan tentang salah satu penampakan ini, yang di dalamnya Tuhan menunjukkan muatan dasariah pesan yang akan ditawarkan para rasul kepada dunia. Kita dapat memadukannya dengan dua kata: "pertobatan" dan "pengampunan dosa". Ini adalah dua aspek yang bermutu dari kerahiman Allah, yang memedulikan kita dalam kasih. Hari ini kita akan membahas pertobatan.
 

Akwila dan Priskila: Sepasang Suami Istri yang menjadi Santo dan Santa

 
Ada banyak nama dalam Kitab Suci. Dengan mengenal pribadi-pribadi mereka, kita dapat belajar banyak mengenai hidup beriman. Kali ini akan diperkenalkan sepasang suami-istri yang bernama Akwila (Aquila) dan Priskila (Priscila).
 

Renungan Rabu, 15 Juni 2016: Tiga Pilar

 
Pekan Biasa XI; 2Raj 2,1.6-14; Mzm 31; Mat 6,1-6.16-18

TIGA tindak keagamaan yang disebut dalam bacaan hari ini, yaitu doa, puasa, serta sedekah, merupakan tiga pilar yang menjadi pilar kehidupan keagamaan bagi orang Yahudi, dan juga orang Kristen. Tuhan mengingatkan agar kewajiban keagamaan itu tidak dilaksanakan di depan orang supaya dilihat mereka.

Pelaksanaan suatu tindak keagamaan seperti ini mempunyai dimensi lahiriah yang tentu saja disaksikan banyak orang. Dimensi kelihatan ini seringkali menjadi dasar paling mudah untuk menilai kesalehan seseorang. Kalau tiap hari kita melihat seseorang berlutut di depan Bunda Maria di samping gereja, kita cenderung berpikir dan menilai bahwa orang tersebut orang yang saleh. Walaupun kita sangat sadar bahwa yang di luar, yang kelihatan itu belum tentu mencerminkan yang ada di dalam, yang tidak kelihatan. Dalam situasi tertentu, kita mungkin dengan sengaja pernah atau bahkan sering, memanfaatkan dimensi kelihatan ini untuk memberikan kesan baik kepada orang lain.

Lalu? Dimensi kelihatan ini tentu saja tidak bisa dibuang begitu saja. Hidup batin kita juga membutuhkan pengungkapan yang kelihatan. Yang penting adalah menyadari bahwa kita diajak terutama untuk memperhatikan dimensi yang di dalam.

 
 
Romo V. Indra Sanjaya
 

Tags: 

Homili Paus Fransiskus: 14 Juni 2016

 
Mendoakan musuh kita dapat menyembuhkan hati kita: itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 14 Juni 2016 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan. Mengenang masa kecilnya sendiri di Argentina, ketika orang-orang mendoakan agar para diktator pergi ke neraka, Paus Fransiskus mengingatkan bagaimana Yesus sendiri mengatakan agar kita mengasihi musuh kita dan mendoakan mereka yang menganiaya kita.
 

Surat Gembala Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016

 
Setiap tanggal 5 Juni masyarakat dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Peringatan ini dimulai pada tahun 1971 itu, sebagai tindak lanjut konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (=PBB) tentang lingkungan hidup pada tanggal 5-7 Juni 1970; diadakan untuk mengajak semua orang agar sungguh peduli pada lingkungan hidup. Gereja, yang adalah kita semua, sebagai bagian dari masyarakat dunia, sudah seharusnya menanggapi ajakan itu secara aktif dan nyata.

 

Homili Paus Fransiskus: 12 Juni 2016

 
"Aku telah disalibkan bersama Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal 2:19-20). Dalam kata-kata ini, Rasul Paulus secara kuat mengungkapkan misteri kehidupan Kristen, yang dapat diringkas dalam dinamika Paskah kematian dan kebangkitan yang diterima pada saat baptisan. Memang, melalui penenggelaman dalam air, kita masing-masing, karena itu, mati dan dikuburkan bersama-sama Kristus (bdk. Rm 6:3-4), dan muncul kembali, menunjukkan keluar kehidupan baru dalam Roh Kudus. Kelahiran kembali ini mencakup setiap aspek kehidupa kita: bahkan penyakit, penderitaan dan kematian yang diambil di dalam Kristus dan di dalam Dia menemukan makna utama mereka. Hari ini, pada hari Yubileum yang dikhususkan untuk orang-orang sakit dan para penyandang cacat, kata kehidupan ini memiliki resonansi khusus dalam pertemuan kita.
 

Surat Keluarga Juni 2016

Bersamamu aku merasa tenang,
Hidupku dipenuhi warna-warna cerah
Karena aku merasakan pelukan dan sapaan
Aku merindukan saat ini bersamamu
Saat kita berkumpul dan menghabiskan waktu
Aku merasakan keluarga yang lebih lengkap
Aku, kamu, dan anak-anak kita
Segala sesuatu menjadi lebih mudah kutanggung
Sebab aku merasa tidak sendirian berjuang
Mari habiskan biskuit dan teh manis kita
Sebab hidup masih menawarkan kegembiraannya.

 

Pages