Proficiat, Kita Punya Paroki Baru

Proficiat, kita mempunyai paroki baru, yakni Paroki Harapan Indah - Bekasi (Gereja St. Albertus).
Paroki Harapan Indah diresmikan kemarin, 14 Mei 2015, bertepatan dengan Hari Kenaikan Tuhan dan menjadi paroki ke-64 di Keuskupan Agung Jakarta. Pelindung Paroki Harapan Indah adalah St. Albertus Agung.

Berawal dari stasi yang diusahakan dan dibangun oleh para Pastor SVD, kini telah menjadi paroki yang dilayani oleh para Imam Diosesan. Pastor pertama yang melayani adalah RD Kesaryanto dan RD Pramono.

Pengumuman Wilayah Pondok Ungu Permai

Sesuai dengan hasil keputusan rapat tanggal 10 Maret 2015 di Harapan Indah antara Dewan Paroki Bekasi Utara - St. Clara, Dewan Paroki Kranji - St. Mikael, Dewan Paroki Harapan Indah - St. Albertus Agung, Dewan Paroki Pulogebang - St. Gabriel, dan Dewan Paroki Cilincing - Salib Suci yang dihadiri oleh Vikaris Jenderal KAJ, maka terhitung mulai tanggal 14 Mei 2015 Wilayah Pondok Ungu Permai (Wilayah St. Anastasia, Wilayah St. Fransiskus Asisi, dan Wilayah St. Ignatius Loyola) akan bergabung dengan Paroki Harapan Indah - St. Albertus Agung.

Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) - Juni 2015

Kursus Persiapan Perkawinan

Akan diselenggarakan Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) pada:

  Hari/Tanggal : Sabtu-Minggu, 06 & 07 Juni 2015
  Waktu Kursus : pukul 08.00 s.d 16.00 wib
  Penyelenggara : Paroki Taman Galaxi
Jl. Gardenia Raya Utara
Vila Galaxi Blok AA1 No. 35
Bekasi - 17148
  Tempat Kursus : Gedung Karya Pastoral St. Bartolomeus - Taman Galaxi

 
Mohon diperhatikan:

  1. Pendaftaran paling lambat 1 minggu sebelum pelaksanaan kursus
  2. Syarat untuk mendaftar -harus lengkap- sebagai berikut:
    1. Photocopy KTP masing-masing sebanyak 2 lembar
    2. Photocopy Surat Baptis yang telah diperbaharui masing-masing sebanyak 2 lembar
    3. Pas photo ukuran 2x3 masing-masing sebanyak 3 lembar
  3. Biaya kursus silahkan menghubungi Sekretariat Pastoran

Berita Duka Cita

Segenap pengurus Dewan Paroki Harian, Seksi-Seksi Paroki, Koordinator Wilayah dan Lingkungan, dan umat Paroki Bekasi Utara turut berdukacita atas meninggalnya Ayahanda dari Pastor Raymond Sianipar, OFM Cap.

Semoga almarhum dapat beristirahat dalam damai abadi bersama Kristus dan semoga keluarga yang ditinggalkan dapat diberi kekuatan oleh-Nya. Amin..

Homili Paus Fransiskus dalam Misa - 8 Mei

Paus Fransiskus mengatakan diskusi-diskusi di dalam Gereja adalah untuk mencari kesatuan dan itu seharusnya bukan merupakan sebuah tempat dimana orang-orang selalu bentrok, saling mengkhianati dan membentuk pendekatan-pendekatan untuk memenangkan argumen mereka. Beliau mengatakan Roh Kudus membantu membawa perubahan dan menggerakkan berbagai hal di dalam Gereja, tetapi pada saat yang sama ia menciptakan kesatuan di antara semua anggotanya. Ini adalah pesan inti homili Paus Fransiskus dalam Misa harian Jumat pagi, 8 Mei 2015, di Casa Santa Marta, Vatikan.

Wejangan Paus Fransiskus - 3 Mei 2015

Wejangan Paus Fransiskus dalam Doa Ratu Surga - 3 Mei 2015
Menghasilkan Buah-Buah Keanggotaan Dalam Kristus dan Gereja

 

Saudara dan saudari terkasih,

Injil hari ini memperlihatkan kepada kita Yesus selama Perjamuan Terakhir, pada saat Ia mengetahui kematian-Nya sudah dekat. 'Saat'-Nya telah tiba. Untuk terakhir kalinya Ia bersama murid-murid-Nya, dan sekarang Ia ingin mengesankan secara kuat dalam pikiran mereka sebuah kebenaran dasariah: bahkan ketika Ia tidak akan lagi hadir secara jasmaniah di tengah-tengah mereka, mereka masih akan dapat tetap bersatu dengan-Nya dalam sebuah cara baru, dan berbuah banyak. Sebaliknya, jika orang harus kehilangan persekutuan dengan-Nya, ia akan menjadi mandul, atau lebih tepatnya, berbahaya bagi jemaat. Dan untuk mengungkapkan kenyataan ini, Yesus menggunakan gambaran pohon anggur dan ranting-ranting: "Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya".

Yesus adalah pokok anggur, dan melalui Dia -seperti getah dalam pohon- sesungguhnya kasih Allah, Roh Kudus melewati ranting-ranting. Lihatlah: kita adalah ranting-ranting tersebut, dan melalui perumpamaan ini, Yesus menginginkan kita untuk membuat kita memahami pentingnya tetap bersatu dengan-Nya. Ranting-ranting tidak sanggup mencukupi dirinya sendiri, tetapi tergantung sepenuhnya pada pokok anggur, yang di dalamnya ditemukan sumber kehidupan mereka. Begitu pula dengan kita orang-orang Kristiani. Dicangkokkan oleh Baptisan dalam Kristus, kita telah dengan bebas menerima dari-Nya karunia kehidupan baru; dan berterima kasih kepada Gereja kita dapat tetap dalam persekutuan penting dengan Kristus. Kita harus tetap setia kepada Baptisan [kita], dan tumbuh dalam keintiman dengan Tuhan melalui doa, mendengarkan dan kepatuhan kepada Sabda-Nya, keikutsertaan dalam Sakramen-sakramen, khususnya Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat.

Barangsiapa bersatu erat dengan Yesus, ia menikmati karunia-karunia Roh Kudus, yang -seperti dikatakan Santo Paulus kepada kita- adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (Gal 5:22); dan akibatnya mengerjakan begitu banyak kebaikan bagi sesama dan masyarakat, seperti seorang Kristen sejati. Pada kenyataannya, orang diakui sebagai seorang Kristen sejati oleh sikap ini, seperti sebuah pohon dikenali oleh buahnya. Buah-buah kesatuan yang mendalam dengan Kristus ini menakjubkan : pribadi kita seutuhnya diubah oleh kasih karunia Roh: jiwa, pemahaman, kehendak, kasih sayang [kita], dan bahkan tubuh [kita], karena kita dipersatukan tubuh dan jiwa. Kita menerima sebuah cara baru keberadaan, kehidupan Kristus menjadi kehidupan kita: kita mampu berpikir seperti Dia, bertindak seperti Dia, melihat dunia dan hal-hal di dalamnya dengan mata Yesus. Dan agar kita mampu mengasihi saudara-saudara kita, dimulai dengan orang-orang yang paling miskin dan orang-orang yang paling menderita, dengan hati-Nya, dan agar menghasilkan buah-buah kebaikan, amal, dan perdamaian di dunia.

Kita masing-masing adalah sebuah ranting dari satu pohon anggur; dan kita semua bersama-sama dipanggil untuk menghasilkan buah-buah keanggotaan bersama di dalam Kristus dan di dalam Gereja ini. Mari kita mempercayakan diri kita kepada pengantaraan Bunda Maria, sehingga kita bisa menjadi ranting-ranting hidup dalam Gereja dan bersaksi bagi iman kita dengan sebuah cara yang bertalian, mengetahui bahwa kita semua, sesuai dengan panggilan khusus kita, ikut serta dalam satu perutusan yang menyelamatkan dari Yesus Kristus, Tuhan.

 
sumber: http://katekesekatolik.blogspot.com

Pages