Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2016-2020

Gereja Keuskupan Agung Jakarta sebagai persekutuan dan gerakan umat Allah bercita-cita menjadi pembawa sukacita Injili dalam mewujudkan Kerajaan Allah yang Maha Rahim dengan mengamalkan Pancasila demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan.

Atas dorongan Roh Kudus, berlandaskan spiritualitas inkarnasi Yesus Kristus, serta semangat Gembala Baik dan Murah Hati, umat Keuskupan Agung Jakarta berupaya menyelenggarakan tata-pelayanan pastoral-evangelisasi agar semakin tangguh dalam iman, terlibat dalam persaudaraan inklusif, dan berbelarasa terhadap sesama dan lingkungan hidup.

Melalui tata-pelayanan pastoral-evangelisasi yang sinergis, dialogis, partisipatif dan transformatif, seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta berkomitmen untuk:

  1. Mengembangkan pastoral keluarga yang utuh dan terpadu.
  2. Meningkatkan kualitas pelayan pastoral dan kader awam.
  3. Meningkatkan katekese dan liturgi yang hidup dan memerdekakan.
  4. Meningkatkan belarasa melalui dialog dan kerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk mewujudkan masyarakat yang adil, toleran dan manusiawi khususnya untuk mereka yang miskin, menderita dan tersisih.
  5. Meningkatkan keterlibatan umat dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Semoga Allah Yang Maha Rahim, yang telah memulai pekerjaan baik dalam diri kita, berkenan menyempurnakannya dan Bunda Maria menyertai, menuntun serta meneguhkan upaya-upaya kita.

 
sumber: http://www.kaj.or.id

Hari Minggu Adven IV

  Sabtu, 19-Des-2015 Minggu, 20-Des-2015
Misa I Misa II Misa III
Koor Bunda Teresa 8 St. Padre Pio 2 Bunda Teresa 2 St. Thomas Aquino 5
Organis Bp. Antonius Bp. Untung Fidelis Ibu Linda
Tata Tertib/Kolektan St. Thomas Aquino 2 St. Konradus 4 St. Konradus 2 St. Konradus 3
Lektor Tias Bp. Yoseph Bp. Ronald Henny
Komentator Neti Antoneta Ibu Suharno Ibu Melly Heru
Prodiakon F.X. Rudy
Agus Budi
M. Martono
M. Yuswana
M. Regina
L. Pudjiastuti
V. Maria M.
Y. Suharno
I. Kasimo
Ana Maria D.V.
Edy Surianto
Eddy Supeno
B. Sri Utari
M. Regina
V. Maria M.
Agus Budi
M. Yuswana
B. Sri Utari
Penata Bunga St. Elisabeth 2

 

Misa Khusus

MISA NATAL 2015 DAN TAHUN BARU 2016

MISA MALAM NATAL

  Misa I
(pukul 16.00 wib)
Misa II
(pukul 19.30 wib)
Misa III
(pukul 22.00 wib)
Koor Wil. St. Konradus Wil. St. Thomas Aquino Ling. St. Antonius 7 & 8
Organis Bp. Untung Ibu Linda Sdr. Stephen/Sdri. Santi
Tata Tertib/Kolektan Wil. St. Paulus Wil. St. Bonaventura Wil. St. Antonius
Lektor Ibu Elias Bp. Utomo Santoso Bp. Ronald
Komentator Ibu Suharno Bp. Yoseph Ibu Angela Maureen

 
 

MISA NATAL

  Misa I
(pukul 07.00 wib)
Misa II
(pukul 16.00 wib)
Koor Misa Anak-Anak Wil. St. Padre Pio
Organis Sdr. Fidelis Bp. Anton/Ibu Linda
Tata Tertib/Kolektan Misa Anak-Anak Ling. Bunda Teresa 2,4,6
Lektor Ibu F. Tuti
Komentator Bp. Heru

 
 

MISA MALAM TAHUN BARU & MISA TAHUN BARU

  Misa Malam Tahun Baru
(pukul 18.00 wib)
Misa Tahun Baru
(pukul 16.00 wib)
Koor Wil. St. Bonaventura Wil. Bunda Teresa
Organis Bp. Anton Sdr. Anton
Tata Tertib/Kolektan Wil. St. Konradus Wil. St. Padre Pio
Lektor Ibu Suryo Sdri. Stefani Maria
Komentator Sdri. Anastasia Sdri. Rita

 
 

Hari Minggu Adven II

  Sabtu, 05 Desember 2015 Minggu, 06 Desember 2015
Misa I Misa II Misa III
Koor St. Padre Pio 1 Bunda Teresa 1 St. Elisabeth 2 Bunda Teresa 6
Organis Ibu Linda Petra D. Bp. Untung Antonius
Tata Tertib/Kolektan St. Bonaventura 5 St. Elisabeth 1 Wanita Paroki St. Thomas Aquino 2
Lektor Ibu Suryo Sinta Tias Bp. Lego Sriyono
Komentator Bonfilia Titis Ibu Widiyanto Ibu Yosep Orong Purwanti
Prodiakon M. Regina Ratna
L. Pujiastuti
JP. Siboro
A. Sudiyono
Y. Suharno
I. Kasimo
Ana Maria DV
Eddy Supeno
B. Sri Utari
Edy Surianto
M. Lamiyono
H. Teguh
Aloysius Heru
Agus Budi
Martinus M.
M. Yuswana
Fl. Muji PS
F. Suharto
Penata Bunga St. Antonius 8

 

Surat Keluarga Oktober 2015

Manusia Rohani Karena Allah Menyertai

Keluarga Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih,

Memasuki bulan Oktober, bulan Rosario, pasti disertai dengan suatu devosi khusus kepada Bunda Maria, Sang Ratu Rosario. Kita diajak untuk bertekun dalam doa, terutama untuk memohon agar Tuhan selalu menyertai kita dan seluruh keluarga kita. Bulan Rosario mempunyai nuansa doa sendiri, khususnya berkaitan dengan pribadi Bunda Maria yang merebut hati sebagian besar orang Katolik untuk meneladan hidup beriman seperti dia.

"Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu" (bdk. Luk. 1:38). Kalimat terkenal ini bahkan telah menginspirasi banyak orang untuk menembus batas kemanusiawian dan keterbatasan kehendak orang agar sampai ke kehendak Allah dalam hidupnya. Jika Maria bisa, maka kita juga bisa, jika beriman seperti dia. Tetapi bagaimana beriman seperti itu?

Dunia di sekitar keluarga kita, termasuk pergaulan dan media masa mengajak kita untuk semakin manusiawi. Kita diajak untuk sadar diri sebagai manusia saja. Semua seminar dan majalan motivasi mengarahkan orang pada kehendak sendiri dan melepaskan diri dari beban yang di luar kemampuan kita. Bahkan, orang terbatas pada kehendak dan kesenangannya sendiri saja. Orang berhenti pada keterbatasan yang belum optimal; mandeg ketangguhan dan ketabahannya; berhenti berusaha menjadi suci, menjadi baik, hanya karena ia “manusia biasa”.

Begitu mudah kita mengatakan, “Namanya juga manusia…” atau “Maklumlah, manusia kan ada batasnya..”. mengapa kita melupakan suatu kenyataan lain bahwa kita juga adalah makhluk spiritual. Kita dapat menemukan dunia yang lain di luar yang serba terbatas ini. Kita bisa bermimpi dan mewujudkannya! Kita dapat membayangkan sesuatu yang sebelumnya hanyalah sesuatu yang mustahil. Sekarang semua yang kita peroleh adalah dari orang-orang yang tidak berhenti pada kekurangan dan keterbatasannya.

Dalam hal hidup rohani, Maria telah menjadi suatu cara hidup alternatif. Dalam pengalaman hidupnya, Maria penuh dengan masalah, penuh dengan situasi berat, penuh tanggungjawab yang dia sendiri tidak memahaminya. Tetapi perkataan Maria adalah suatu iman yang mengatasi keterbatasan. Ia percaya Allah menyertai. Ia menghidupkan kemanusiaannya justru dari keyakinannya bahwa ia bisa melakukan dan mengatasi karena Allah menyertainya.

Betapa agung pikiran seperti ini. Manusia yang tangguh menyadari bahwa ia juga ciptaan yang rohani. “kamu bukan dari dunia ini..” (bdk. Yoh.15:19). Kalimat ini jelas bahwa kita dapat melampaui batas, jika kita mengandalkan Tuhan. Kita dapat mengandalkan Allah, karena kekuatan-Nya tanpa batas. Kita tidak perlu dihantui batas, karena kita mempunyai Allah yang mahakuat. Maria sanggup melampaui kekuatannya sebagai manusia biasa, karena ia mengembangkan kenyataan dirinya sebagai manusia rohani juga.

Kita dapat menjadi frustasi mengatasi masalah kita. Kita juga bisa menjadi takut menghadapi masa depan, karena kita merasa tidak sanggup lagi dan penuh dengan kekecewaan. Kita merasa harapan jadi begitu sulit. Hidup yang tanpa harapan menjadi beban dan tidak menyenangkan. Kita jadi seperti menghadapi masalah sendirian. Maka kadang kita dilanda keputusasaan dan menyalahkan Tuhan yang dianggap menjadi penyebab kegagalan.

Keluarga keluarga Kristiani yang dipanggil untuk saling memberkati, tidak jatuh dalam keputusasaan. Mereka tidak akan berhenti dikuatkan. Para suami tidak putus asa menghadapi beban pekerjaan dan kesulitan berelasi lalu berhenti berusaha. Mereka yang percaya akan terus mengusahakan, meskipun merasa lelah, berat, tetapi baginya “pintu terasa selalu dibukakan”. Seorang pengikut Kristus tidak dibatasi oleh kekurangan dan kemanusiaannya, melainkan dikuatkan untuk menghadapi dengan penuh kesanggupan dan iman.

Saya juga berdoa, semoga para ibu dan isteri menghormati kemanusiaannya dengan menguasahakan hidup rohani yang lebih kuat, sehingga ia dapat menjadi terang bagi seluruh keluarga. Seorang perempuan beriman akan lebih mudah menangkap kehendak Tuhan dan dengan tekun melaksanakannya.

Kerapuhan rumah tangga juga diakibatkan kurangnya perhatian pada hidup rohani. Tips dan lifestyle masa kini tidak mengarahkan orang pada kekuatan rohani, melainkan pada kekuatan kehendak sendiri. Kehendak Tuhan diabaikan, padahal hanya itu yang dapat membuat manusia mengalami kebahagiaan yang sejati. Kita sering menyebut “mengikuti kehendak Tuhan” dalam doa-doa kita, tetapi sebenarnya yang kita ikuti hanyalah kehendak kita sendiri.

Mari bersukaria bersama Maria. Mari mengingat teladannya. Ia tidak putus asa dan tangguh luar biasa. Ia manusia seperti kita, tetapi sangat menghormati Tuhan, sehingga Tuhan “jatuh hati” kepadanya. Mari kita merayu diri sendiri ketika kita malas berdoa, malas ke Gereja, atau malas berkumpul bersama teman dan sahabat kita yang hidupnya baik dan penuh iman. Mari kita bangun suatu hidup yang berkembang secara jasmani dan rohani.

Katakan tidak untuk godaan meninggalkan pasangan, menceraikan pasangan, menyakiti anak-anak, atau putus asa. Katakan bahwa “Aku anak Tuhan” yang paling dikasihi oleh Tuhan. Aku tidak mau kalah dengan dunia ini. Aku mau mengalahkan diriku dan dunia sekitarku, menjadi teladan bagi banyak orang yang kehilangan harapan, dan mengajak siapapun menjadi akrab dengan Allah dalam hidup sehari-hari. Semoga keakraban dengan Tuhan ini membuat kita tabah dan kuat menghadapi segala peristiwa hidup yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita.

Amin.

Tuhan memberkati,

 

Rm. Alexander Erwin Santoso MSF

 

Misa OMK

Akan diadakan Misa OMK pada:

  Hari / Tanggal : Minggu / 25 Oktober 2015
  Waktu : pukul 10.00 wib s.d selesai
  Tempat : Kapel Wisma Asri
  Tema : Mengimani Yesus Dengan Semangat OMK

Misa akan dipimpin oleh Pastor Nestor Sinaga, OFM Cap.

Setelah Misa akan diadakan acara ramah tamah. Mohon diharapkan kehadiran teman-teman OMK pada Misa ini. Terima kasih..

 
- Sie. Kepemudaan -

 

Hari Minggu Biasa XXVIII

 
Kapel Wisma Asri

  Sabtu, 10 Oktober 2015 Minggu, 11 Oktober 2015
Misa I Misa II Misa III
Koor St. Elisabeth 2 Bunda Teresa 2 St. Thomas Aquino 5 St. Padre Pio 4
Organis Ibu Linda Bp. Antonius Fidelis Petri D.
Tata Tertib/Kolektan Bunda Teresa 6 St. Thomas Aquino 2 St. Thomas Aquino 4 St. Antonius 1
Lektor Anastasia S. Erni Ana Maria Helmi
Komentator Angela Maureen Ibu Suharno Utomo S. Heru
Prodiakon F.X. Rudy H.
Agus Budi H.
Martinus M.
M. Yuswana
M. Regina R.
L. Pudjiastuti
V. Maria Meyer
Y. Suharno
I. Kasimo
Ana Maria DV
Edy Surianto
Eddy Supeno
B. Sri Utari
M. Yuswana
Fl. Muji PS
M. Lamiyono
H. Teguh
A. Heru
Penata Bunga St. Padre Pio 3

 

10 Kutipan Paus Fransiskus tentang Kolonialisme, Ekologi, dan Keadilan Sosial

Sabtu (19/9/2015) sore, Paus Fransiskus bertolak ke Havana, Kuba. Di negeri berhaluan komunis tersebut, pemimpin tertinggi umat Katolik itu akan mengadakan perayaan Misa di Lapangan Revolusi Kuba.

Selain itu, Paus Fransiskus juga akan bertemu Presiden Kuba Raul Castro. Tidak hanya itu, Paus asal Amerika Latin ini juga berencana bertemu dengan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro.

 

Pages