Surat Keluarga Oktober 2015

Manusia Rohani Karena Allah Menyertai

Keluarga Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih,

Memasuki bulan Oktober, bulan Rosario, pasti disertai dengan suatu devosi khusus kepada Bunda Maria, Sang Ratu Rosario. Kita diajak untuk bertekun dalam doa, terutama untuk memohon agar Tuhan selalu menyertai kita dan seluruh keluarga kita. Bulan Rosario mempunyai nuansa doa sendiri, khususnya berkaitan dengan pribadi Bunda Maria yang merebut hati sebagian besar orang Katolik untuk meneladan hidup beriman seperti dia.

"Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu" (bdk. Luk. 1:38). Kalimat terkenal ini bahkan telah menginspirasi banyak orang untuk menembus batas kemanusiawian dan keterbatasan kehendak orang agar sampai ke kehendak Allah dalam hidupnya. Jika Maria bisa, maka kita juga bisa, jika beriman seperti dia. Tetapi bagaimana beriman seperti itu?

Dunia di sekitar keluarga kita, termasuk pergaulan dan media masa mengajak kita untuk semakin manusiawi. Kita diajak untuk sadar diri sebagai manusia saja. Semua seminar dan majalan motivasi mengarahkan orang pada kehendak sendiri dan melepaskan diri dari beban yang di luar kemampuan kita. Bahkan, orang terbatas pada kehendak dan kesenangannya sendiri saja. Orang berhenti pada keterbatasan yang belum optimal; mandeg ketangguhan dan ketabahannya; berhenti berusaha menjadi suci, menjadi baik, hanya karena ia “manusia biasa”.

Begitu mudah kita mengatakan, “Namanya juga manusia…” atau “Maklumlah, manusia kan ada batasnya..”. mengapa kita melupakan suatu kenyataan lain bahwa kita juga adalah makhluk spiritual. Kita dapat menemukan dunia yang lain di luar yang serba terbatas ini. Kita bisa bermimpi dan mewujudkannya! Kita dapat membayangkan sesuatu yang sebelumnya hanyalah sesuatu yang mustahil. Sekarang semua yang kita peroleh adalah dari orang-orang yang tidak berhenti pada kekurangan dan keterbatasannya.

Dalam hal hidup rohani, Maria telah menjadi suatu cara hidup alternatif. Dalam pengalaman hidupnya, Maria penuh dengan masalah, penuh dengan situasi berat, penuh tanggungjawab yang dia sendiri tidak memahaminya. Tetapi perkataan Maria adalah suatu iman yang mengatasi keterbatasan. Ia percaya Allah menyertai. Ia menghidupkan kemanusiaannya justru dari keyakinannya bahwa ia bisa melakukan dan mengatasi karena Allah menyertainya.

Betapa agung pikiran seperti ini. Manusia yang tangguh menyadari bahwa ia juga ciptaan yang rohani. “kamu bukan dari dunia ini..” (bdk. Yoh.15:19). Kalimat ini jelas bahwa kita dapat melampaui batas, jika kita mengandalkan Tuhan. Kita dapat mengandalkan Allah, karena kekuatan-Nya tanpa batas. Kita tidak perlu dihantui batas, karena kita mempunyai Allah yang mahakuat. Maria sanggup melampaui kekuatannya sebagai manusia biasa, karena ia mengembangkan kenyataan dirinya sebagai manusia rohani juga.

Kita dapat menjadi frustasi mengatasi masalah kita. Kita juga bisa menjadi takut menghadapi masa depan, karena kita merasa tidak sanggup lagi dan penuh dengan kekecewaan. Kita merasa harapan jadi begitu sulit. Hidup yang tanpa harapan menjadi beban dan tidak menyenangkan. Kita jadi seperti menghadapi masalah sendirian. Maka kadang kita dilanda keputusasaan dan menyalahkan Tuhan yang dianggap menjadi penyebab kegagalan.

Keluarga keluarga Kristiani yang dipanggil untuk saling memberkati, tidak jatuh dalam keputusasaan. Mereka tidak akan berhenti dikuatkan. Para suami tidak putus asa menghadapi beban pekerjaan dan kesulitan berelasi lalu berhenti berusaha. Mereka yang percaya akan terus mengusahakan, meskipun merasa lelah, berat, tetapi baginya “pintu terasa selalu dibukakan”. Seorang pengikut Kristus tidak dibatasi oleh kekurangan dan kemanusiaannya, melainkan dikuatkan untuk menghadapi dengan penuh kesanggupan dan iman.

Saya juga berdoa, semoga para ibu dan isteri menghormati kemanusiaannya dengan menguasahakan hidup rohani yang lebih kuat, sehingga ia dapat menjadi terang bagi seluruh keluarga. Seorang perempuan beriman akan lebih mudah menangkap kehendak Tuhan dan dengan tekun melaksanakannya.

Kerapuhan rumah tangga juga diakibatkan kurangnya perhatian pada hidup rohani. Tips dan lifestyle masa kini tidak mengarahkan orang pada kekuatan rohani, melainkan pada kekuatan kehendak sendiri. Kehendak Tuhan diabaikan, padahal hanya itu yang dapat membuat manusia mengalami kebahagiaan yang sejati. Kita sering menyebut “mengikuti kehendak Tuhan” dalam doa-doa kita, tetapi sebenarnya yang kita ikuti hanyalah kehendak kita sendiri.

Mari bersukaria bersama Maria. Mari mengingat teladannya. Ia tidak putus asa dan tangguh luar biasa. Ia manusia seperti kita, tetapi sangat menghormati Tuhan, sehingga Tuhan “jatuh hati” kepadanya. Mari kita merayu diri sendiri ketika kita malas berdoa, malas ke Gereja, atau malas berkumpul bersama teman dan sahabat kita yang hidupnya baik dan penuh iman. Mari kita bangun suatu hidup yang berkembang secara jasmani dan rohani.

Katakan tidak untuk godaan meninggalkan pasangan, menceraikan pasangan, menyakiti anak-anak, atau putus asa. Katakan bahwa “Aku anak Tuhan” yang paling dikasihi oleh Tuhan. Aku tidak mau kalah dengan dunia ini. Aku mau mengalahkan diriku dan dunia sekitarku, menjadi teladan bagi banyak orang yang kehilangan harapan, dan mengajak siapapun menjadi akrab dengan Allah dalam hidup sehari-hari. Semoga keakraban dengan Tuhan ini membuat kita tabah dan kuat menghadapi segala peristiwa hidup yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita.

Amin.

Tuhan memberkati,

 

Rm. Alexander Erwin Santoso MSF

 

Misa OMK

Akan diadakan Misa OMK pada:

  Hari / Tanggal : Minggu / 25 Oktober 2015
  Waktu : pukul 10.00 wib s.d selesai
  Tempat : Kapel Wisma Asri
  Tema : Mengimani Yesus Dengan Semangat OMK

Misa akan dipimpin oleh Pastor Nestor Sinaga, OFM Cap.

Setelah Misa akan diadakan acara ramah tamah. Mohon diharapkan kehadiran teman-teman OMK pada Misa ini. Terima kasih..

 
- Sie. Kepemudaan -

 

Hari Minggu Biasa XXVIII

 
Kapel Wisma Asri

  Sabtu, 10 Oktober 2015 Minggu, 11 Oktober 2015
Misa I Misa II Misa III
Koor St. Elisabeth 2 Bunda Teresa 2 St. Thomas Aquino 5 St. Padre Pio 4
Organis Ibu Linda Bp. Antonius Fidelis Petri D.
Tata Tertib/Kolektan Bunda Teresa 6 St. Thomas Aquino 2 St. Thomas Aquino 4 St. Antonius 1
Lektor Anastasia S. Erni Ana Maria Helmi
Komentator Angela Maureen Ibu Suharno Utomo S. Heru
Prodiakon F.X. Rudy H.
Agus Budi H.
Martinus M.
M. Yuswana
M. Regina R.
L. Pudjiastuti
V. Maria Meyer
Y. Suharno
I. Kasimo
Ana Maria DV
Edy Surianto
Eddy Supeno
B. Sri Utari
M. Yuswana
Fl. Muji PS
M. Lamiyono
H. Teguh
A. Heru
Penata Bunga St. Padre Pio 3

 

10 Kutipan Paus Fransiskus tentang Kolonialisme, Ekologi, dan Keadilan Sosial

Sabtu (19/9/2015) sore, Paus Fransiskus bertolak ke Havana, Kuba. Di negeri berhaluan komunis tersebut, pemimpin tertinggi umat Katolik itu akan mengadakan perayaan Misa di Lapangan Revolusi Kuba.

Selain itu, Paus Fransiskus juga akan bertemu Presiden Kuba Raul Castro. Tidak hanya itu, Paus asal Amerika Latin ini juga berencana bertemu dengan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro.

 

Surat Keluarga September 2015

Kitab Suci adalah Hidup Sehari-Hari

Selamat hari hari Kitab Suci untuk keluarga-keluarga semua. Bulan September selalu dinantikan, karena membawa sukacita bertemu Sabda Tuhan yang mengajar dan membimbing kita bersama seluruh lingkungan di Keuskupan Agung Jakarta ini. Kita diajak untuk semakin mengenal panggilan kita sebagai anak-anak Allah yang secara pribadi mengimani Kristus secara unik.

Seluruh keluarga Anda juga diundang untuk datang dan merasakan sapaan Tuhan bersama permenungan yang mengingatkan, menyegarkan, memperdalam, memperkaya, dan menyadarkan iman Anda, bahwa Allah tetap menyertai melalui sabda-sabda-Nya. Ia begitu dekat, sedekat kita yang mau membaca dan mendengarkan firman-Nya.

Setelah membaca Kitab Suci, kita diharapkan dapat menemukan hidup baru di dalam bimbingan Tuhan. Seringkali kita mengatakan dalam doa-doa kita, “Terjadilah kehendak-Mu”. Apa yang akan dan harus terjadi? Seluruh keluarga beriman belajar untuk memahami dan menerapkan ajaran sesuai yang dikehendaki Tuhan dalam Kitab Suci. Inilah kehendak Tuhan dalam arti sebenar-benarnya. Tuhan berbicara dan menyampaikan kehendak-Nya melalui kata-kata dan sentuhan-sentuhan yang khas yang membimbing kita sebagai pribadi.

Keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta, tidak banyak anggota keluarga yang berminat mengikuti Pendalaman Kitab Suci (bukan hanya pendalaman iman). Biasanya jauh lebih banyak orang berminat untuk berdoa Rosario. Hal ini kurang tepat, karena firman Tuhan lebih berkuasa dan bahkan firman ini dapat mengubah hidup kita, jika kita percaya penuh dan berdoa dengan sungguh-sungguh untuk menjalaninya.

Doa Rosario dan doa devosional lain tentu saja sangat baik, tetapi di balik peristiwa berdoa itu, biasanya tersembunyi juga kebutuhan untuk menyampaikan permohonan-permohonan. Salam kepada Maria dan memohon doanya menjadi lebih disukai daripada mempelajari Kitab Suci atau pendalaman Alkitab, karena kita lebih senang menyampaikan kebutuhan daripada belajar firman Tuhan. Kita sering merasa berdoa sebagai tempat meminta, padahal ada banyak kekayaan dalam doa, juga kalau kita hanya sekedar “curhat” pun, itu diperhitungkan sebagai komunikasi yang dirindukan Tuhan.

Maria disebut memilih yang terbaik karena ia duduk diam di kaki Tuhan Yesus dan mendengarkan firman-Nya. Yesus bahkan mengatakan kepada Marta, bahwa mendengarkan firman itu baik daripada sibuk bekerja, terutama ketika Tuhan bersabda (bdk. Lukas 10.41-42). Penghargaan ini harus menjadi habit untuk kita juga sebagai pengikut Kristus di masa sekarang.

Dalam pendalaman Kitab Suci, kita menyampaikan kerinduan untuk belajar bersama Tuhan dan sesama selingkungan. Tetapi dalam pendalaman Alkitab, tujuan memohon jelas bukan yang utama, karena tujuan kita memang belajar kebijaksanaan hidup dari Firman Tuhan. Kita ingin dekat dengan Sang Firman, maka kita mempelajari isinya. Mempelajari firman Tuhan dalam Kitab Suci membawa kita merasa lebih dekat dengan Tuhan.

Pendalaman Kitab Suci membawa gambaran yang semakin lengkap tentang Tuhan, bukan hanya menjadikannya tempat meminta, tetapi juga menyampaikan rasa gembira. Sekedar berbagi rasa, dan tempat menumpahkan rasa syukur karena belas kasih Tuhan. Ketika firman itu disampaikan dan direnungkan, sering kita merasa tersapa secara pribadi; menemukan hal penting yang dapat mengarahkan hidup lebih baik dan mendalam.

Roma 10:8 mengatakan, “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Betapa dekatnya Tuhan sedekat firman yang dapat kita baca setiap waktu dalam Kitab Suci. Jika kita ingin mendekatkan anak-anak dan seluruh keluarga pada tuhan, maka Kitab Suci perlu mendapat perhatian istimewa. Ada banyak cara mendekatkan anak pada Kitab Suci, melalui membaca komik alkitab, aplikasi alkitab, dan terutama mendengarkan firman Tuhan dari perayaan Ekaristi.

Ketika anak-anak belajar untuk dekat dengan Tuhan, maka Ia akan lebih mudah dimpimpin ke dalam kebenaran. Kalau kita hanya mengandalkan “Datang ke perayaan Ekaristi”, hanya “datang” dan “setor muka”, yang terjadi iman menjadi kering, karena kita kurang merasa “masuk” dalam hadirat Tuhan. Tuhan hadir dalam pembacaan firman dan terutama dalam komuni kudus, tetapi kemauan kita mengerti dan menghayatinya selama proses Ekaristi itulah yang menentukan seberapa banyak kita akan merasakan kehadiran Tuhan. Dan salah satunya adalah mendengar firman Tuhan itu.

Ambillah waktu untuk membaca bacaan harian. Jadikanlah ini sebagai kebiasaan rutin, seperti saudara-saudara kita yang beragama lain yang mempunyai rutinitas harian untuk beribadah. Jika kita mau menyisihkan waktu untuk membaca Kitab Suci atau membacakan Kitab Suci kepada anak-anak dengan cara apa saja, saya percaya, ada suasana rohani yang akan orangtua ajarkan kepada anak-anak. Memperkenalkan Tuhan paling baik melalui kisah. Cerita membuat orang tidak harus terpaksa belajar, tetapi mengikuti kisah.

Iman adalah sesuatu yang selalu bisa kita andalkan dan bahkan menjadi bekal untuk anak-anak kita. Rejeki bisa dicari dengan usaha manusiawi, tetapi iman adalah bekal yang diturunkan dari kesungguhan orangtua mencari Tuhan. Jangan hanya memberi harta atau pendidikan duniawi, berilah bekal rohani, agar anak-anak dan seluruh keluarga menjadi semakin sehat jasmani dan rohani. Usia belajar anak-anak adalah saat terbaik mereka mencari sendiri Tuhan dalam Kitab Suci.

Tuhan memberkati,

 

Rm. Alexander Erwin Santoso MSF

 

Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) - Oktober 2015

Kursus Persiapan Perkawinan

Akan diselenggarakan Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) pada:

  Hari/Tanggal : Minggu, 11 & 18 Oktober 2015
  Waktu Kursus : pukul 08.00 s.d 16.00 wib
  Penyelenggara : Paroki Bekasi Utara
Jl. Duta Boulevard AE 3 No. 7 Bekasi Utara
Telp. 021 887 0327
  Tempat Kursus : Sekolah Strada Budi Luhur

 
Mohon diperhatikan:

  1. Pendaftaran paling lambat 1 minggu sebelum pelaksanaan kursus
  2. Syarat untuk mendaftar -harus lengkap- sebagai berikut:
    1. Photocopy KTP masing-masing sebanyak 2 lembar
    2. Photocopy Surat Baptis yang telah diperbaharui masing-masing sebanyak 2 lembar
    3. Pas photo ukuran 2x3 masing-masing sebanyak 3 lembar
  3. Biaya kursus silahkan menghubungi Sekretariat Pastoran

 

Undangan

Dewan Paroki Bekasi Utara mengundang seluruh pengurus Seksi Dewan Paroki, Komunitas Kategorial, dan Pengurus Wilayah untuk hadir pada:

  Hari / Tanggal : Minggu / 27 September 2015
  Waktu : pukul 08.00 wib - selesai
  Tempat : Kapel Wisma Asri
  Acara : - Sosialisasi Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2016-2020
- Perencanaan program kerja 2016

 

Pages